Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

MANAJEMEN RESPONSIF BENCANA


Musibah gempa berkekuatan 7,4 pada skala Richter yang berlanjut tsunami yang menerjang pesisir Kota Palu dan Donggala menyentak keprihatinan kita. Betapa tidak, sedikitnya peristiwa alam di Sulawesi Tengah menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menelan 1.234 orang tewas, dan masih bisa terus bertambah karena ribuan korban masih terkubur.

Selain itu, puluhan rumah rusak parah dan ratusan orang terpaksa tinggal di tempat pengungsian. Berbagai bangunan seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya rusak parah ambruk sebagian atau seluruhnya dan tersapu gelombang.

Segenap kementerian dan lembaga telah berkoordinasi untuk segera mengambil langkah cepat sehingga korban terdampak segera bisa ditangani. Presiden Jokowi telah memerintahkan agar bantuan logistik dan bahan makanan akan segera disalurkan sebab merupakan kebutuhan dasar para korban. Memetik pelajaran dari Palu, sikap responsif dan tanggap bencana penting diterapkan menyeluruh mengingat wilayah Tanah Air sebagian besar rawan terjadi bencana.

Bencana merupakan kejadian yang tidak tersangka-sangka datangnya. Manusia tidak tahu kapan akan mati, kapan ia beruntung atau ia akan celaka. Kita yang diberi kelapangan dan kesempatan sepatutnya memberikan uluran tangan. Memang tidak ada yang berharap bencana akan berulang di tempat lain, tetapi bencana seolah menjadi keniscayaan sebab fenomena alam memang membuka kemungkinan itu. Apalagi bila manusia merusak alam.

Responsif dan tanggap


Ajakan agar semua pihak responsif dan tanggap menghadapi bencana patut direspons serius. Cukuplah tragedi sebelumnya sebagai pengingat agar kita tak mengulangi kesalahan dan ketidaksigapan. Negara harus hadir dan dirasakan kehadirannya, apalagi ketika rakyat tengah dirundung kemalangan. Sebaliknya, rakyat harus menaati panduan yang sudah diberikan pemegang otoritas dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita patut siaga terhadap berbagai bentuk bencana yang potensial bisa menimpa negeri kita.

Sebagai salah satu manajemen risiko bencana alam, pemberian bantuan merupakan bagian dari tindakan sesudah bencana terjadi dan reda. Segera setelah bencana mereda kegiatan setidaknya ada dua hal yang harus dilaksanakan. Pertama, rehabilitasi, yang merupakan usaha untuk memfungsikan kembali dan mengonsolidasi berbagai sarana dan prasarana ekonomi, transportasi, dan kehidupan masyarakat secara darurat, guna mengurangi penderitaan masyarakat yang tertimpa musibah.

Kedua, rekonstruksi, yang merupakan usaha untuk membangun kembali berbagai kerusakan yang diakibatkan bencana secara lebih baik daripada keadaan sebelumnya. Pemberian bantuan pertama-tama lebih pada tindakan rehabilitasi. Terutama mengurangi penderitaan masyarakat, memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar. Hal inilah yang patut menjadi perhatian pemerintah agar kinerjanya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari langkah-langkah di atas, ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan. Tindakan ini penting bagi penanganan bencana yang sudah terjadi maupun pegangan pada waktu mendatang. Bukannya berharap terjadi lagi bencana, melainkan kondisi alam negeri ini yang memang rawan terhadap terjadinya bencana.

Tindakan

Daya upaya antisipasi mesti dijalankan dengan penuh kesungguhan. Perlunya mapping lokasi bencana yang cepat dan akurat. Pemetaan akan memberi gambaran besaran risiko bencana. Dari titik ini pengelolaan bencana sangat ditentukan. Jumlah dan macam kebutuhan yang mendesak diperlukan bisa diputuskan. Pendistribusian akan lebih terarah.

Jaminan kepastian pemerataan dan keadilannya dapat lebih dijaga. Pengerahan bantuan yang tidak tepat dan mubazir bisa dicegah. Tak kalah penting data kependudukan yang canggih dan selalu mutakhir dari daerah hingga pusat. Hal ini akan memudahkan pengamatan jenis dan jumlah korban manusia.

Bentuk pertolongan dapat segera ditetapkan dan dilakukan. Ada korban meninggal, luka-luka, dan selamat. Setiap korban membutuhkan penanganan yang berbeda. Prioritas mana yang perlu diambil saat itu segera dapat diperhitungkan. Akurasi data akan membuat tindakan penanganan lebih terarah, efektif, dan tepat.

Perlu juga membuat pusat-pusat logistik terdekat dan strategis dari lokasi bencana. Cara ini akan memudahkan proses penyaluran. Lokasi ini tidak hanya dibuat di kota-kota, tetapi juga daerah pelosok. Penggunaan helikopter menjadi vital untuk memperlancar proses ini. Besarnya biaya yang menjadi pertimbangan akan lebih efektif bila dilihat dengan metode yang lain. Termasuk dalam cara ini pengamanan dan pengawalan oleh aparat berwenang.

Pentingnya sinergi antara alat pertahanan dan keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri, menjadi sebuah kebutuhan vital. Di sinilah peran aparat keamanan sangat dibutuhkan. Mereka harus menjamin ketertiban dan menjaga rasa aman dan bantuan untuk masyarakat. Juga menjamin kelancaran pemerintah melakukan penyaluran bantuan dan tindakan pertolongan.

Demikian juga pendistribusian bantuan dengan metode yang tepat sangat diperlukan. Baik dari arah daerah terpencil menuju kota maupun dari kota menuju ke pedalaman secara bersama dan simultan. Pendistribusian dengan satu arah, dari yang terdekat dari kota menuju pelosok membuka peluang tidak meratanya bantuan menjadi lebih besar. Berapa pun besar jumlah bantuan segera lenyap, tetapi tidak semua kebagian.

Rakyat negara ini memang butuh pemerintah yang responsif terhadap permasalahan mereka. Inisiatif dan solidaritas yang sudah berkembang dalam masyarakat mengatasi masalah bencana semakin bermakna dengan tindakan pemerintah yang cepat dan akurat. Kedua pihak bahu-membahu mengatasi persoalan. Korban bencana mendapat bantuan secara responsif dan tepat sasaran.

Sumber: Media Indonesia

Penulis: Suyatno Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan FHISIP Universitas Terbuka
.

MEDIA GROUP PULIHKAN AKSES PENDIDIKAN PASCAGEMPA LOMBOK


KETUA Yayasan Dompet Kemanusian Media Group, Ali Sadikin mengatakan, Kami tidak melupakan Lombok, Hanya mengalik perhatian sejenak ke Sulawesi Tengah. Media Group tetap pada komitmennya memulihkan kembali akses-akses pendidikan tidak hanya di Lombok, tetapi juga di Sulawesi Tengah.

"Pemulihan sistem pendidikan merupakan salah satu aspek krusial dalam penanganan pasca bencana. Segenap lapisan masyarakat wajib bahu-membahu membangun kembali daerah yang terdampak bencana,” kata Ali Sadikin saat penempatan tenaga pendamping di Lombok, Senin (14/10)

Yayasan Sukma sebagai bagian dari Dompet Kemanusiaan Media Group melakukan kerja kemitraan dengan beberapa sekolah terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memulihkan pendidikan pascagempa. “Guru pendamping dari Yayasan Sukma yang sudah berpengalaman dalam penanganan pasca tsunami Aceh akan menetap di Lombok selama masa pemulihan,” jelasnya.

Sejumlah sekolah mitra dimaksud, antara lain Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlahul Ummah, SDN 3 Pemenang, dan SDN 1 Sigar Penjalin di Kabupaten Lombok Utara. Berikutnya di Kabupaten Lombok Barat SDN 2 Kekait, dan MI At-Tahzib dan SDN 5 Pohgading, Kabapaten Lombok Timur. "Sekolah-sekolah itu segera kita bangun ulang karena rusak berat akibat diterjang gempabeberapa waktu lalu," ucap Ali Sadikin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua tim relawan Yayasan Sukma untuk Lombok, Syamsir Alam yang didampingi Fuad Fachrudin, mengatakan timnya yang berjumlah 8 orang telah mendatangi setiap sekolah. “Kami telah melakukan diskusi dengan pemangku kebijakan di setiap wilayah, bupati, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan siswa. Sejumlah program twinning schools yang bakal dilakukan dalam kerja sama tersebut.” Pungkasnya.

Sumber: MI
#PrayForLombok #PrayForNTB
.

ELEK YO BAND, GALANG DANA KEMANUSIAAN BENCANA SULAWESI TENGAH


ELEK YO BAND Ikut tampil dalam acara penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang dimeriahkan sederet musisi papan atas bersama 100 biduan dan 100 hits di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Jumat malam (5/10/2018).

Elek Yo Band yang beranggotakan para menteri yakni, Kepala Badan Ekonomi dan Industri Kreatif (Triawan Munaf), Menteri Ketenagakerjaan (Hanif Dakari), Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono), Menteri Keuangan (Sri Mulyani), dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Puan Maharani).

“Salah satu anggotanya, Budi Kaya berhalangan hadir, namun Elek Yo Band tetap tampil memukau para penonton, tidak ketinggalan Ibu negara Iriana Widodo yang ikut hadir diacara tersebut”.

Seperti dikutip di akun instagram Menteri Keuangan Sri Mulyani @smindrawati mengatakan, Malam ini Elek Yo Band tampil dalam Gala Dana bersama 100 Biduan dan 100 Hits untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi - Sulawesi Tengah. Juga dilakukan lelang gitar dan T-shirt yang dibubuhkan tandatangan anggota Elek Yo Band. Terkumpul dana Rp. 18.144.316.147 (18,1 miliar) “Kita berdoa, berikhtiar dan berkolaborasi untuk membangun kembali Palu, Donggala, Sigi Sulawesi Tengah”, tulis Sri Mulyani. (AB)

Penulis: Abunawar Bima

.

UNIKA SANTO THOMAS MEDAN PEDULI BENCANA SULAWESI TENGAH


GEMPA Donggala dan Tsunami Palu Sulawesi Tengah adalah duka seluruh masyarakat Indonesia. Dari berbagai daerah di Nusantara tanpa memandang suku, agama, ras dalam bingkai NKRI, bahu membahu melakukan solidaritas nyata dengan menggalang dana kemanusiaan juga berbondong-bondong menyumbangkan tenaga sebagai relawan untuk Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah.

Semua prihatin, termasuk Universitas Santo Thomas sebagai salah satu kampus ternama di Kota Medan menunjukan rasa empatinya terhadap bencana tersebut. Para mahasiswa dan masyarakat sekitar menggalang dana dan melakukan do’a bersama. “Seluruh mahasiswa berkumpul membentuk formasi ‘Love’ sambil menyalakan 1000 (seribu) lilin di Lapangan Reformasi Kampus Unika di Jalan Setia Budi Tanjung Sari Medan, Jumat (5/10) malam.

Sekretaris Rektorat Helena Sitohang mengatakan, Acara tersebut adalah bentuk keprihatinan dan pernyataan duka bagi seluruh sivitas yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Santo Thomas, Frist Tambunan, ucap Helena. (AB).

Penulis: Abunawar Bima

.

ANTARA SULAWESI TENGAH & NUSA TENGGARA BARAT


DUKA kembali menerpa Indonesia. Belum selesai berbenah dengan bencana Lombok kini dihadapkan lagi dengan benca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, yang hingga saat ini, kondisi di lokasi bencana Sulteng, tercata 832 orang meninggal dengan rincian; 821 warga Palu dan 11 dari Kabupaten Donggala, kemungkinan korban akan terus bertambah,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho

Ada dana siap pakai di BNPB sebesar Rp 560 miliar untuk memberikan bantuan penanganan darurat ke Suteng. BNPB juga belum selesai menangani bencana Lombok, karena Ribuan korban gempa Lombok dan Sumbawa masih memerlukan banyak bantuan. Percepatan pemulihan masih dilalukan. “jadi kita membutuhkan dana triliunan, Ayo… bergerak bersama menangani bencana" pungkas Sutopo. (AB)

Penulis: Abunawar Bima

.

MEMBAWA MISI KEMANUSIAAN GEMPA & TSUNAMI SULAWESI TENGAH


CEO RHS Cargo, Hari Sugiandhi ketika dihubungi mengungkapkan banyak korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Hari mengutip pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, hingga Sabtu malam tercatat 420 orang meninggal. "Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi," katanya di Posko Satgassus Penanggulangan, Sabtu malam (29/9).

Jenazah korban itu masih disimpan di rumah-rumah sakit dan sebagian sudah dijemput oleh keluarganya. Menurut Wilem, korban tewas ini pasti masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian. “Untuk itu, Sesuai Intruksi BNPB, maka pengiriman yang paling didahulukan saat ini adalah kantong mayat” jelas Hari.

Malam ini, RHS Cargo sudah mempersiapkan 1000pcs kantong mayat langsung diambil dari PMI Gresik Surabaya, juga ada obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan. Saat ini lagi proses packing, berat keseluruhan mencapa 6,5 ton. “Besok Minggu pagi jam 06.00 WIB, akan diberangkatkan menggunakan pesawat cargo carteran melalui bandara Juanda Surabaya, Do’kan, semoga semuanya lancar” pungkas Hari Sugiandhi. (AB)


Penulis: Abunawar Bima

ADELIA PASHA IKUT TIDUR DITENDA PENGUNGSIAN


PASCA Gempa dan tsunami Palu, Keluarga dan krabat Adelia Pasha, menanyakan kabar beritanya, bahkan sebagian mencari kesana kemari keberadaan Adelia dam suminya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, Pasha Ungu. “Jaringan komunikasi yang rusak, membuat Adelia dan Pasha Ungu sulit dihubungi

Ternyata, Adelia dan suaminya selamat dan sedang berada ditempat pengungsian bersama warga lainnya. Mereka berlindung untuk berjaga-jaga dari gempa susulan maupun tsunami. “Terpaksa tidur di tenda pengungsian dan ini baru pertama kali saya merasakannya” ucap Adelia.

Sebelum gempa, ia sedang menunggu dijemput suami untuk menghadiri acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu. "Saat menunggu Mas Pasha pulang kantor untuk mejemput saya di rumah, tiba-tiba terjadi gempa" ungkap Adelia.

Setelah mengalami peristiwa itu, Adelia mengaku ketakutan. Ia takut masuk rumah lagi hingga memilih berada di tempat pengungsian. Satu hal yang membuat Adelia bersyukur, ke empat anaknya sedang berada di Bogor saat terjadi bencana. “Alhamdulillah Ya Allah, anak-anak diselamatkan dari bencana ini” tutup Adelia. (AB)

Penulis: Abunawar Bima

.

KORBAN LONGSORNYA UNDERPASS JALAN PERIMETER BANDARA SOETTA


Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang, Banten, Senin (5/2), menyebabkan longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta pada pukul 17.30 WIB, dan menimbun pengendara mobil yang melintas diarea tersebut.

Proses penyelamatan korban membutuhkan waktu panjang serta banyak melibatkan personel dan alat-alat berat. Sedikitnya 120 petugas gabungan mulai dari SAR, Polri,TNI, hingga tim kesehatan yang terlibat langsung proses evakuasi. Sekitar jam 02.50 WIB salah satu korban Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, 24 berhasil diselamatkan, jadi butuh waktu 9 jam korban bisa diselamatkan.

Sementara Mutmainah, rekan kerja Putri yang ikut terjebak dalam musibah tersebut, petugas harus bekerja keras menyelamatkannya karena posisi Mutmainah agak kedalam dan kakinya terjepit. Pada saat kejadian, Putri yang mengendarai Mobil, sementara Mutmainah duduk di pintu samping. Artinya, Mutmainah berada pada posisi lebih dalam dibandingkan dengan Putri yang sudah lebih awal diselamatkan. Berkat kerja keras petugas, Mutmainah berhasil dievakuasi pada Selasa (6/2/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. setelah terjebak di dalam mobil selama 14 jam.

Ketua Basarnas Muhammad Syaugi mengakui timnya mengalami kesulitan dalam penyelamatan karena mobil korban berada pas dibawah tembok beton yang roboh. Beton tersebut beratnya mencapai 20 ton, jadi kami harus mendatangkan alat berat untuk mengangkatnya, "Sambil menunggu alat berat, Proses evakuasi korban tetap berjalan menggunakan peralatan yang ada" ucap Muhammad

Kegembiraan tim penyalamat yang berhasil menyelamatkan Mutmainah, namun dikejutkan pula dengan kabar duka bahwa Putri yang pertama kali mereka selematkan telah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mayapada Tangerang. Sebelumnya, Putri dievakuasi ke RSUD Tangerang kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Mayapada untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Namun, kondisi Putri yang terus menurun dan lemah, ahirnya Putri meninggal dunia sekitar pukul 06.40 WIB, Selamat jalan Putri. (AB)
abunawarbima@gmail.com

Klik Gambar dibawah ini untuk melihat Berita lainnya