Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan. Tampilkan semua postingan

PRISIA NASUTION DENGAN KOPI PANAASNYA


KOPI Panaas Foundation, Mungkin anda akan megira sebuah tempat yang menyuguhkan kopi panas, akan tetapi itulah keunikan nama dari sebuah yayasan yang dirintis sendirian oleh Artis Prisia Nasution (34) sejak enam tahun lalu dan baru tiga bulan terahir, yayasan tersebut sah secara hukum untuk menjalankan usahanya.

Menurut Prisia, ia memilih nama tersebut karena tidak ingin nama yayasan yang terlalu serius. Dari obrolan santai sambil ngopi bareng teman-teman selebritis, maka tercetus ide nama tersebut. “Kopi Panaas Foundation adalah yayasan yang bergerak dibidang kemanusiaan, lingkungan, dan hewan.” Jelas Prisia.

Upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah menginisasi masyarakat melalui reality show yang dilkukannya bersama selebritis. Nanti teman-teman selebritis akan berkompetisi mengkampayekan dan memberi solusi terhadap masalah yang tekait dengan kemanusiaan, lingkungan dan hewan, ucapnya.

Kopi Panaas Foundation sudah terhubung dengan yayasan-yayasan yang tepat dalam menangani berbagai masalah tersebut. Meskipun Kopi Panaas sendiri belum terisi oleh orang-orang yang ahli dibidangnya, namun Prisia merasa yakin bisa menggandeng mereka, tegasnya.

Yang ingin menjadi relawan, kami akan ajak bergabung sebanyak mungkin. “Tidak perlu punya keterampilan khusus, yang penting ada kemauan dan bisa menyisakan sedikit waktu dari berbagai kesibukan untuk bersenergi membangun kebersamaan menjalani visi, misi Kopi Panaas Foundation” pungkasnya. (AB)

Penulis: Abunawar Bima
Istagram: @abunawars
Foto: Instagram @Prisia
#IniSelebrita #SahabatPink #MediaInfoTerkini #BDSLcom

.

TATJANA SAPHIRA PEDULI BENCANA SULAWESI TENGAH


GEMPA dan Tsunami yang memorak porandakan Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, mengundang simpati sejumlah masyarakat Indonesia maupun dunia internasional, tidak ketinggalan Aktris cantik Tatjana Saphira (Tata) tergerak cepat menghubungi Kitabisacom, salah satu platform yang memfasilitasi penggalang dana kemanusiaan.

"Tidak bisa membayangkan bagaimana para korban terpukul atas kejadian bencana tersebut. Di sisi lain, aku bersyukur atas kehidupan yang kujalani saat ini sebab kita tidak tahu kapan musibah akan datang. Mungkin ini peringatan bahwa hidup itu harus berarti bagi sesama," imbuh Tata.

Seiring dengan kepeduliannya itu, Karier Tata juga kian melejit terbukti baru-baru ini, Tata men dapatkan penghargaan pada event Seoul International Drama Award 2018 kategori asian star prize yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan. “Tata bangga dan senang atas penghargaan tersebut karena karya dan kerja kerasnya selama ini diapresiasi tingkat internasional” ucap Tata.

Saat ini Tata sedang sibuk-sibuk dengan produksi film berjudul Hit and Run. Ia akan beradu akting dengan Joe Taslim, Chanda Liow, Jefri Nichol, dan Yayan Ruhian. "Kami akan syuting di Jakarta dan Bali, Do’akan ya, agar semuanya berjalan lancar dan sukses” pungkas Tata. (AB)

Penulis: Abunawar Bima

.

MEMBAWA MISI KEMANUSIAAN GEMPA & TSUNAMI SULAWESI TENGAH


CEO RHS Cargo, Hari Sugiandhi ketika dihubungi mengungkapkan banyak korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Hari mengutip pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, hingga Sabtu malam tercatat 420 orang meninggal. "Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi," katanya di Posko Satgassus Penanggulangan, Sabtu malam (29/9).

Jenazah korban itu masih disimpan di rumah-rumah sakit dan sebagian sudah dijemput oleh keluarganya. Menurut Wilem, korban tewas ini pasti masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian. “Untuk itu, Sesuai Intruksi BNPB, maka pengiriman yang paling didahulukan saat ini adalah kantong mayat” jelas Hari.

Malam ini, RHS Cargo sudah mempersiapkan 1000pcs kantong mayat langsung diambil dari PMI Gresik Surabaya, juga ada obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan. Saat ini lagi proses packing, berat keseluruhan mencapa 6,5 ton. “Besok Minggu pagi jam 06.00 WIB, akan diberangkatkan menggunakan pesawat cargo carteran melalui bandara Juanda Surabaya, Do’kan, semoga semuanya lancar” pungkas Hari Sugiandhi. (AB)


Penulis: Abunawar Bima

Klik Gambar dibawah ini untuk melihat Berita lainnya