Tampilkan postingan dengan label Inofatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inofatif. Tampilkan semua postingan

BERANI BICARA


Kreatif, muda, dan berani mengungkapkan pendapat. Tiga kata yang menggambarkan sosok perempuan bernama lengkap Anggie Aprilia. 

Sejak kecil, perempuan yang satu ini bercita-cita menjadi pengusaha. Anggie yang merupakan kelahiran Makassar, 28 April 1989, lalu ini berusaha membuka bisnis clothing bersama dengan temantemannya.

Setelah mengenyam masa pendidikan dan menyelesaikan studinya serta berhasil menyandang gelar sarjana, Anggie bekerja di sebuah perusahaan biro iklan ternama di Indonesia. Pekerjaan tersebut ia lakukan sembari menjalankan bisnis clothing.

Ketika bisnisnya berjalan dua tahun, Anggie memutuskan menghentikan bisnisnya itu karena ia merasa kesulitan membagi waktu antara bisnis dan bekerja. Setelah dua tahun bekerja di tempat yang lama, ia pun ingin keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru.

Ia kemudian pindah ke perusahaan biro iklan lain bernama Ogilvy Indonesia. Baru bekerja satu tahun di perusahaan tersebut, Anggie memberanikan diri mengutarakan maksdunya untuk mengikuti sebuah festival bagi orang-orang yang bekerja di industri kreatif.

Baginya, seseorang yang ingin sukses itu harus berani berbicara, memiliki tujuan, harus punya keberanian, dan yakin pada diri sendiri. Hal itulah yang selalu ia terapkan pada dirinya sendiri serta timnya saat ini.

“Ketika kita bekerja di dalam tim dan kita tidak menyampaikan ide serta suara kita, mereka tidak akan tahu. Kalau kita punya ide yang bagus, ya sampaikan saja. 


Berani untuk bilang, berani untuk bersuara. Namun, tidak boleh lupa, kalau kita terima masukan, ya kita harus terima,” tutur Anggie. (Rio/M-4)

Sumber : Media Indonesia

KEINDAHAN FOTO MAKANAN


Fellexandro Ruby ialah salah satu contoh anak muda yang mampu memaksimalkan seluruh potensi serta hasratnya di dunia kuliner. 

Sebelumnya, pria kelahiran Bagansiapi-Api, Riau 28 September 1986, itu mengenyam bangku kuliah di jurusan bisnis. Karena tak puas sampai di situ, ia pun kembali melanjutkan kuliah di tingkat master dengan mengambil jurusan entrepreneurship and economic development di Sydney, Australia, pada 2008.

Pada tahun berikutnya, Ruby berhasil menyelesaikan studi master dan kembali ke Indonesia. Di tahun tersebut, dirinya berhasil menuangkan jepretan dari pengalamannya itu di bidang fotografi makanan dalam sebuah blog yang dirinya namai Wonder Bites.

Namun, hobi menulis dan fotografi yang dimilikinya hanyalah sampingan karena fokus kerja utamanya ialah pengusaha di bidang alat-alat berat.

Dari blog yang dibuatnya itu justru banyak karyanya yang diminati berbagai restoran dan media. Pada 2012 pun Ruby memutuskan untuk benar-benar fokus menekuni pekerjaannya sebagai fotografer makanan.

Sebelum yakin dengan keputusannya, pria 29 tahun ini ternyata sudah pernah menjajal sebanyak delapan profesi. Ruby pun tak pernah segan berbagi ilmu kepada siapa pun yang ingin belajar dan mengetahui lebih dalam mengenai fotografi makanan.

Ia pun kerap diundang sebagai pembicara. Pada Juni 2016, Ruby terpilih oleh Netfl ix yang merupakan sebuah fi lm berjaringan dari Amerika Serikat untuk mendokumentasikan kegiatan para chef dari musim kedua Chef Table.

Hebatnya, Ia pun berhasil menang dan menyingkirkan 70 ribu peserta lain yang mengikuti kontes Instagram My Chef Table dari seluruh dunia. (Rio/M-4)

Sumber : Media Indonesia

CINTA TANAH AIR


Inovatif dan tak pernah lelah dalam mengejar impiannya untuk menjadi seorang desainer produk digital. Itulah sekilas tentang Tyo Guritno, salah satu dari sekian banyak pemuda Indonesia yang sukses berkarier di luar negeri, tetapi memilih untuk kembali ke Tanah Air untuk dapat berkarya di Indonesia. 

Saat berkuliah S-1 di ‘Negeri Paman Sam’, Tyo sadar memiliki hasrat yang menggebu di bidang seni dan desain. Akan tetapi, ia tetap mengikuti anjuran orangtua untuk mengambil jurusan keuangan demi masa depan dan pekerjaan yang lebih pasti.

Itu semua tidak menyurutkan hasratnya untuk belajar desain. Di setiap sela-sela waktu kuliahnya, Tyo menyempatkan waktu untuk belajar seni dan desain secara autodidak melalui berbagai cara. Kelas di akhir pekan, tutorial di internet, dan tidak malu untuk bertanya serta belajar melalui teman-temannya yang berkuliah di jurusan seni.

Selama 12 tahun bekerja di Silicon Valley, Tyo sudah pernah bergabung di beberapa perusahaan ternama dunia seperti Pandora, Good.co, dan Wonder Box. Hasil dari buah pemikiran dan karya Tyo pun kerap membawanya sebagai fi nalis bahkan menang dalam acara penghargaan desain dan internet advertising award.

Tidak hanya itu, pada 2015, aplikasi besutan Tyo bersama tim di Wonder Box yang ditujukan untuk sarana edukasi anak terpilih menjadi aplikasi terbaik oleh raksasa perusahaan teknologi dunia, Apple. Kini, Tyo pun sudah kembali ke Indonesia dan bergabung bersama teman-temannya untuk mengembangkan usaha di bidang teknologi software.

Saat ini, Tyo bersama rekannya sedang memfokuskan diri dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang nantinya dapat digunakan perusahaan-perusahaan baik di Indonesia maupun internasional. (Rio/M-4)

Sumber : Media Indonesia

MENJADI WIRAUSAHA MUDA


Never to young to became a billionaire merupakan prinsip hidup Yasa Paramita Singgih. Karena terlahir dari keluarga sederhana, anak bungsu dari tiga bersaudara itu memutuskan hidup mandiri dengan membuka bisnis. 

Sejak berusia 15 tahun, pria yang akrab disapa Yasa itu mulai mencari uang sendiri. Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk bisa menghasilkan uang dan membiayai hidupnya.

Berkat ketekunan yang tak kenal lelah dan selalu mau belajar dari pengalaman serta aktif belajar ke banyak tempat, pria kelahiran Bekasi, 21 tahun silam itu memiliki kendaraan bisnis bernama Man’s Republic yang merupakan sebuah merek fesyen pria.

Dirinya menyebut Man’s Republic sebagai merek fesyen pria dengan kelas premium dan eksklusif, tetapi dengan harga terjangkau anak muda. Oleh karena itu, produk buatan Yasa pun dengan mudah memasuki pasar nasional.

Kini, pelanggan Man’s Republic pun semakin banyak dan sudah tersebar di seluruh kota besar Indonesia bahkan luar negeri, seperti Hong Kong, Makau, Singapura, Malaysia, Filipinia, dan Nigeria, dengan omzet sekitar Rp200 juta setiap bulan.

Atas kesuksesannya itu, Yasa menjadi juara pertama Wirausaha Muda Mandiri Nasional kategori mahasiswa muda kreatif pada 2015, tokoh nyata fi lm Pemuda Dokumenter Dunia Bisnis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2015, dan yang paling membanggakan ialah namanya tercatat dalam The Youngest Forbes under 13 Asia Retail and E-Commerce pada 2016. (Rio/M-4)

Sumber : Media Indonesia

PARA GENERASI BEBAS


Belakangan ini, semakin banyak orangtua merasa gundah, risau, kecewa, dan nyaris putus asa dalam menghadapi perilaku anak-anak muda generasi sekarang. 

Generasi muda saat ini, yang dikenal dengan nama generasi millennials atau generasi Y, dianggap terlalu bebas, terlalu menggampangkan persoalan, kurang bertanggung jawab, dan sering mengabaikan nasihat orangtua.

Di sisi lain, ada yang menilai generasi Y ialah gene rasi muda yang hebat dan kreatif karena mereka tidak lagi mengikuti pakem atau nilai-nilai lama yang sudah usang. Bahkan, mereka lebih berani bertarung di dunia internasional. 


Dengan mengupas hal itu, Yoris Sebastian menulis sebuah buku berjudul Generasi Langgas. Buku itu ditulis untuk menjawab semua kerisauan, bahkan ketakutan orangtua akan generasi Y dan memberikan hal-hal baru yang justru ditampilkan generasi itu.

“Langgas ini sebenarnya saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya adalah bebas. Jadi, maksud Generasi Langgas itu generasi bebas yang justru mereka bebas berkarya tanpa ada tembok atau dinding yang menghambat mereka,” tutur Yoris.

Dalam buku itu pun Yoris menampilkan beberapa sosok anak muda yang sesuai dengan kriteria masing-masing serta tentunya menonjolkan kehebatan yang dimiliki. Justru Yoris menyebut generasi sekarang ini jauh lebih berani dalam artian positif.

“Jangan justru dipandang generasi sekarang ini bebas dalam artian negatif. Justru mereka inilah yang begitu bebas dalam berkarya, berinovasi dan menciptakan suatu hal yang luar biasa,” ujarnya. (M-4)

Sumber : Media Indonesia

Klik Gambar dibawah ini untuk melihat Berita lainnya