Tampilkan postingan dengan label Peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peduli. Tampilkan semua postingan

TATJANA SAPHIRA PEDULI BENCANA SULAWESI TENGAH


GEMPA dan Tsunami yang memorak porandakan Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, mengundang simpati sejumlah masyarakat Indonesia maupun dunia internasional, tidak ketinggalan Aktris cantik Tatjana Saphira (Tata) tergerak cepat menghubungi Kitabisacom, salah satu platform yang memfasilitasi penggalang dana kemanusiaan.

"Tidak bisa membayangkan bagaimana para korban terpukul atas kejadian bencana tersebut. Di sisi lain, aku bersyukur atas kehidupan yang kujalani saat ini sebab kita tidak tahu kapan musibah akan datang. Mungkin ini peringatan bahwa hidup itu harus berarti bagi sesama," imbuh Tata.

Seiring dengan kepeduliannya itu, Karier Tata juga kian melejit terbukti baru-baru ini, Tata men dapatkan penghargaan pada event Seoul International Drama Award 2018 kategori asian star prize yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan. “Tata bangga dan senang atas penghargaan tersebut karena karya dan kerja kerasnya selama ini diapresiasi tingkat internasional” ucap Tata.

Saat ini Tata sedang sibuk-sibuk dengan produksi film berjudul Hit and Run. Ia akan beradu akting dengan Joe Taslim, Chanda Liow, Jefri Nichol, dan Yayan Ruhian. "Kami akan syuting di Jakarta dan Bali, Do’akan ya, agar semuanya berjalan lancar dan sukses” pungkas Tata. (AB)

Penulis: Abunawar Bima

.

UNIKA SANTO THOMAS MEDAN PEDULI BENCANA SULAWESI TENGAH


GEMPA Donggala dan Tsunami Palu Sulawesi Tengah adalah duka seluruh masyarakat Indonesia. Dari berbagai daerah di Nusantara tanpa memandang suku, agama, ras dalam bingkai NKRI, bahu membahu melakukan solidaritas nyata dengan menggalang dana kemanusiaan juga berbondong-bondong menyumbangkan tenaga sebagai relawan untuk Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah.

Semua prihatin, termasuk Universitas Santo Thomas sebagai salah satu kampus ternama di Kota Medan menunjukan rasa empatinya terhadap bencana tersebut. Para mahasiswa dan masyarakat sekitar menggalang dana dan melakukan do’a bersama. “Seluruh mahasiswa berkumpul membentuk formasi ‘Love’ sambil menyalakan 1000 (seribu) lilin di Lapangan Reformasi Kampus Unika di Jalan Setia Budi Tanjung Sari Medan, Jumat (5/10) malam.

Sekretaris Rektorat Helena Sitohang mengatakan, Acara tersebut adalah bentuk keprihatinan dan pernyataan duka bagi seluruh sivitas yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Santo Thomas, Frist Tambunan, ucap Helena. (AB).

Penulis: Abunawar Bima

.

Klik Gambar dibawah ini untuk melihat Berita lainnya