Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan

APLIKASI BIKIN JAGO MATEMATIKA


Berlatar batu bata berwarna merah dan diiringi musik yang ceria, tampilan pada aplikasi ini mengeluarkan soal-soal yang membuat otak kita berputar, 88 dikalikan 81 berapa, ya? Atau 428 ditambah 244 hasilnya berapa, ya? Ayo sobat Medi pada tahu tidak? Coba kamu jawab dengan waktu yang cepat, ya, karena jika lama menjawabnya, bisa-bisa enggak dapat skor nih hi hi....

Inilah serunya menjawab soal matematika di aplikasi Good Math ini. Kita dibuat makin deg-degan karena harus berpacu dengan waktu. Aplikasi quiz matematika ini bisa digunakan untuk belajar berhitung bahkan kamu bisa jago matematika seperti penciptanya, Muhammad Hafizh Bayhaqi. Yuk kenalan dengan dia!

Suka matematika
Matematika memang sering menjadi mata pelajaran yang tidak disukai karena susah, belum lagi banyak rumusnya ya. Hal ini berbeda dengan teman kita yang akrab dipanggil Hafizh ini. Cinta dengan matematika, Hafizh bahkan mengatakan ia ingin menjadi seorang matematikawan yang hebat lo sobat.

Hafizh yang masih berumur 10 tahun ini sangat menyukai matematika sejak dirinya kelas 2. "Aku suka matematika dari kelas 2, menurutku matematika itu tidak susah kok, malah itu pelajaran yang seru," kata Hafizh saaat diwawancara Medi, Rabu (4/10).

Kesenangannya dengan matematika didukung pula oleh sang ayah, Pak Abdul Hakim Budiman, yang juga sempat mengajar matematika di sekolah. "Dulu sempat mengajar juga, tapi ketika Hafizh mulai suka matematika, saya langsung fokus ke Hafizh untuk mengajarinya di rumah," kata Pak Abdul.

Pak Abdul punya cerita yang sangat berkesan mengenai pemahaman Hafizh memecahkan soal matematika. Hafizh yang saat itu masih kelas 3, berbeda pendapat dengan guru matematika di sekolahnya. "Ia (Hafizh) mengerjakan dengan benar tetapi gurunya itu yakin caranya salah. Hingga akhirnya Hafizh memutuskan untuk homeschooling bersama saya," lanjut Pak Abdul.

Coding sebagai pendamping
Berada di era digital sekarang ini, tentunya gawai (gadget) sudah begitu akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Hal itu pula yang dirasakan Hafizh.

Tak hanya menjadi sarana komunikasi, gawai pun ia jadikan pula sebagai bahan belajar. Namun semangat Hafizh belajar ini sering tidak tersalurkan karena ia merasa aplikasi yang ada kebanyakan gim. Aplikasi tentang edukasi masih belum banyak.

Hebatnya, Hafizh tidak pasrah. Ia memutuskan untuk belajar membuat aplikasi dengan coding. Ya, tak hanya matematika, Hafizh pun kini mulai tertarik dengan coding. "Sejak setahun yang lalu aku belajar sendiri dari video tutorial di Youtube," kata Hafizh. Menurutnya, belajar coding pun tidak sulit lo, belajar coding justru melatih logika berpikir.

Hingga kini sudah ada tiga aplikasi yang dibuatnya. Selain Good Math, ada aplikasi quiz matematika yang dibuatnya dengan skala nasional. Namun, aplikasi ini terdapat beberapa kekurangan karena engine gim tersebut menggunakan software Construct 2 yang terbatas pada tool. Ada juga aplikasi bernama Puzzle Kartini dengan tiga tokoh Kartini masa kini yakni Ibu Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, dan Retno Lestari Priansari Marsudi.

Good Math
Di aplikasi yang baru launching sebulan yang lalu ini, Hafizh mengajak anak-anak untuk belajar matematika dengan quiz juga. Terdapat empat level yang masing-masing punya skor dan waktu untuk menjawab. Semakin tinggi levelnya, soal akan lebih sulit dan waktu semakin cepat.

Di aplikasi ini, ia memakai engine gim Unioty 3D dengan menggunakan bahasa pemprograman c#. Berbeda dengan Quiz Matematika, di Good Math pemain bisa memilih operasi hitungnya nih, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau perkalian.

Hingga kini aplikasi tersebut sudah banyak diunduh lewat Playstore, Appstore, atau Tizen Store. Pengunduhnya tidak hanya di dalam negeri tapi juga dari beberapa negara seperti Rusia, Prancis, dan Tiongkok, lo. "Waktu itu Appstore sendiri me-review aplikasinya hingga kini banyak yang download terutama di luar negeri. Di Rusia sendiri sudah di-download 300, sedangkan Indonesia baru 80 saja," kata Hafizh.

Meskipun di dalamnya terdapat iklan, Hafidz mengatakan dirinya tak berniat mengambil keuntungan dari aplikasi ini. Ia hanya ingin anak-anak bisa lebih senang belajar matematika. Aplikasinya bisa berjalan dengan tanpa data atau offline kok sobat. Hafizh pun mengaku aplikasi ini cocok untuk semua umur karena terdapat level yang bisa dipilih. Hafizh berharap anak-anak bisa lebih memanfaatkan gawainya untuk hal positif, bukan hanya untuk bermain gim.

Penulis: Suryani Wandari Putri (Wartawati Media Indonesia)
Sumber: Media Indonesia

ROBOT KEREN KARYA KAKAK BERADIK


Robot berwarna putih dan hitam itu bergerak, maju beberapa sentimeter kemudian mundur dengan menggunakan kaki berodanya, tangannya kemudian disodorkan kepada juri. Ya mengajak bersalaman!

Robot yang dioperasikan lewat remote control oleh tangan mungil Syahrozad Nalfa Nadia dan Avicenna Roghid Putra Sidik, siswa Madrasah Pembangunan UIN Ciputat Jakarta, ini menunjukkan aksinya untuk bisa bersalaman dengan manusia saat olimpiade Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura. Lucu, ya, sobat!

Akan tetapi, tahukah sobat mereka bukan sekadar mengoperasikannya lo, melainkan juga membuat robot ini mulai ide, kerangka robot, hingga bisa bergerak. Hingga kini, robot buatannya ini telah bertanding dalam beberapa olimpiade robotik di berbagai negara, seperti ajang AYRO dengan memborong sembilan piala.

"Mereka memperoleh Gold Prize Medal Brick Speed, Gold Prize Medal, Silver Prize Medals Maze Solving Junior, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior," kata Ibu Himatul Laily Waisnaini, ibunda mereka berdua. Mereka berhasil membawa predikat sebagai juara umum ajang kompetisi robot internasional di Singapura. Keren, kan? Yuk kenalan dengan mereka!

Berawal dari Lego
Sobat, kepiawaian kakak beradik merakit robot ini tak disangka berawal dari kesukaan mereka bermain Lego. Itu, lo, permainan berbentuk kepingan plastik kecil yang memiliki bulatan-bulatan yang menonjol. Kepingan ini bisa disusun menjadi model apa saja seperti mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, ataupun kapal. Kalian tentu sudah pernah memainkannya kan?

Permainan yang bisa melatih motorik halus, imajinasi, serta kecerdasan parsial atau kecerdasan ruang termasuk di antaranya kecerdasan dimensional dapat dilatih dan dikembangkan melalui konsep dasar bangun ruang mengenai panjang, lebar, dan tinggi sebuah bangun.

Berbagi tugas
Ketertarikannya untuk merancang robot diakui Syahrozad atau yang sering dipanggil Ocha berasal dari sang adik yang mengikuti ekstrakurikuler robotika terlebih dahulu. "Adikku yang mulai ekstrakurikuler duluan, dia sering latihan di rumah, akhirnya aku juga ikutan senang," kata Ocha.

Dalam urusan merakit robot, keduanya punya peran dan tugas berbeda tetapi saling melengkapi. Ocha bertugas melakukan pemprograman dan perakitan, sedangkan sang adik yang akrab dipanggil Ave ini bertugas mendesain robot. Ocha mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan sang adik.

Untuk membuat robot yang diberi nama humanoid, yakni robot yang bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti bersalaman ataupun salat ini, Ocha dan Ave memakai robot cero yang didesain sesuai dengan keinginan. "Robot cero dipilih karena pemrogramannya lebih sederhana," kata Ocha.

Berbagai kompetisi robotik
Sobat, robot ini pun sudah banyak mengikuti kompetisi robotik lo, seperti yang diikutsertakan dalam kejuaraan robotik tingkat Asia di Singapura, tingkat ASEAN di Malaysia, dan tingkat internasional di Korea. Saat Medi mewawancara mereka pun sedang berkompetisi di Wonderfull Indonesia Robot Challenge (WIRC) National di Puspa Iptek, Bandung, Jumat (13/10).

Di kompetisi ini Ocha dan Ave masuk kategori robot underwater (junior). Mereka harus teliti untuk membawa benda dari bagian tengah tangki dan menjatuhkannya pada keranjang. Tangkinya ini berbentuk L dengan dimensi 1.425 mm x 1.425 mm x 500 mm. Barang yang diangkat adalah kelereng dengan berat 3 gram sampai 7 gram. Kabar gembiranya, mereka juara 2, lo. Hebat, kan, sobat!

Selesai kompetisi ini Ocha dan Ave kembali disibukkan dengan persiapan berkompetisi kembali. "Pada 5 November 2017 mereka bersama-sama menuju Tokyo, Jepang, mewakili Indonesia untuk kompetisi robotik," kata sang ibu.

Ingin jadi dokter
Ditanya soal cita-cita, siapa sangka Ocha ingin menjadi dokter spesialis anak. "Cita-citanya dokter spesialis anak. Nanti pas jadi dokter spesialis anak, sarana prasarananya pakai robot," tandas Ocha.

Ya, robot akan menjadi sarana dia menjalankan profesinya agar anak-anak tak takut bertemu dokter.

Oh, ya, sobat, Ocha dan adiknya ini pun menjadi 72 Ikon Prestasi Indonesia Agustus silam, yakni festival paling bergengsi di Tanah Air lo. "Aku berharap bisa membanggakan Indonesia bahwa Indonesia juga bisa juara di tingkat internasional," kata Ocha.

Penulis: Suryani Wandari Putri (Wartawati Media Indonesia)
Sumber: Media Indonesia

BELAJAR BERSAMA MOBIL IQRO


Masih pagi, Para siswa belum pada datang tetapi mobil bertuliskan Mobil Iqro itu sudah parkir di depan sekolah Badan Keluarga Balita Pendidikan Usia Dini (BKP PAUD) Matahari, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/11). Bagian jendela terbuka lebar ke atas, bagian belakangnya pun terbuka. Bukan untuk membawa penumpang, mobil ini malah dijadikan perpustakaan keliling dengan koleksi buku yang lumayan banyak di dalamnya. Wah, keren, ya, sobat!

Mobil perpustakaan keliling ini, dibuat khusus dan rutin mengunjungi sekolah-sekolah di Jakarta sekitarnya dalam menyiarkan paham tentang agama Islam. Mau tahu lebih lanjut sobat? Ikuti Medi (Media Anak) ya!

Belajar huruf Hijaiah
Saat semua siswa sudah berkumpul di sekolah, Suryani Tholib, kepala sekolah BKB PAUD Matahari, mempersilakan anak-anak untuk mengambil buku yang ada di Mobil Iqro. Semua bersemangat, mereka meraih buku dari rak mobil.

Kak Fikri, tutor Mobil Iqro meraih buku bersampul hitam. Pelajaran membaca Alquran pun dimulai. "Alif, ba, ta, sa, jim, ha, kho...," kata Kak Fiqri sambil menyanyikan huruf hijaiah bersama-sama. Kak Fiqri pun menjelaskan ciri-ciri setiap bentuk huruf agar mereka hafal.

Koleksi buku
Ya, bukan hanya menyediakan buku, sang tutor turun langsung untuk mengajarkan pelajaran yang berhubungan dengan agama Islam, misalnya, berwudu dan salat. Bahkan mobil ini punya koleksi buku mencapai 1.500, tetapi di bagian belakangnya, terdapat televisi untuk menampilkan film yang berkaitan dengan Islam, seperti kisah teladan nabi dan lainnya. Wah seru ya sobat!

"Anak-anak senang sekali kalau ada Mobil Iqro ada disekolah. Selain bentuknya lucu, mereka bisa menemukan banyak sekali buku. Bahkan orangtua yang mengantarkan, bisa ikut membaca," kata Ibu Suryani.

Mengunjungi sekolah marginal
Pasti sobat medi ingin bertemu Mobil Iqro ini kan? Menurut Kak Fikri, Mobil Iqro memilih tempat yang akan dikunjunginya, target utamanya, sekolah serta tempat marginal yang dekat dengan sungai dan lokasi pembuangan sampah pinggiran kota.

Setiap hari mobil ini beroperasi rutin mengunjungi sekolah-sekolah. Satu sekolah bisa dikunjungi Mobil Iqro ini sekali seminggu selama tiga bulan.

Mobil Pintar
Selain Mobil Iqro, ada mobil istimewa lain yang dimiliki pengusaha pemilik Yayasan CT Corps, Chairul Tanjung, namanya Mobil Pintar yang menyediakan macam-macam buku dan aneka kegiatan belajar, mulai mendongeng, menggambar, hingga prakarya. Mobil Pintar bertujuan mengantarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak, terutama di daerah kurang mampu.

Medi menjumpainya di kawasan Kedaung, tepat di pinggir Kali Angke, Daan Mogot, Jakarta Barat. Di sana, Kak Neneng memulai kegiatan dengan membacakan dongeng menggunakan boneka. Para penontonnya, anak-anak yang tinggal di permukiman padat itu, tertawa bahagia melihat aksi Kak Neneng. Selanjutnya, diputar film Si Unyil.

Film usai diputar, anak-anak berpindah ke buku-buku yang disimpan di mobil. Mereka meraihnya satu per satu dan membacanya. Anak yang belum bisa membaca dibacakan kakak-kakaknya.

Terakhir, Kak Neneng mengajak membuat prakarya menggunakan kertas, lem dan gunting. Semuanya bersemangat dan diperbolehkan membawa pulang karyanya. "Sampai jumpa lagi minggu depan ya!" ujar Kak Neneng yang seperti Mobil Iqro mengunjungi lokasi perkampungan penduduk selama tiga bulan, sebelum berpindah ke lokasi lain.

Tak cuma Mobil Iqro, ada juga mobil yang tak kalah kerennya yaitu Mobil Sehat. Didalam Mobil Sehat, ada ruangan praktik dokter, dengan pelayanan kesehatan umum dan gigi cuma-cuma. Ayo, siapa mau jadi dokter agar juga bisa berbagi? (M-1)

Penulis: Suryani Wandari Putri (Wartawati Media Indonesia)
Sumber: Media Indonesia


SERUNYA MENGINTIP FENOMENA SUPER BLOOD MOON


Rabu (31/1) malam lalu, Sobat Medi (Media Anak) bersama warga telah memenuhi pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Semua yang hadir di situ, menghadap ke langit! Memangnya ada apa sih?

Ya, Sobat Medi bersama 5.000 orang lebih yang hadir di TIM, termasuk anak-anak, yang mayoritas tinggal di Jabodetabek itu datang untuk menyaksikan fenomena super blue blood moon.

“Ada 5.000 lebih yang datang. Kita menyediakan 16 teleskop yang tersebar di beberapa titik,” ujar Pak Eko Wahyu, Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium Jakarta.

Wow, namanya keren ya, tapi kira-kira apa sih super blue blood moon ini?

Kenapa banyak orang begitu bersemangat menyaksikannya dan enggak mau melewatkan momen ini ya? Ya, seperti yang juga banyak dikupas di media, super blue blood moon ini salah satu peristiwa gerhana bulan total. Namun, ia juga istimewa karena peristiwa ini gabungan dari tiga fenomena bulan.

Gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Kalian pasti tahu kan, yang punya sumber cahaya kan matahari. Oh iya, gerhana ini terjadinya saat bulan purnama ya, sedangkansuper blue blood moon ini, gabungan tiga fenomena nih, Sobat Medi. Ada super moon, blue moon, dan terakhir blood moon.

Berkat teleskop
Syukurlah, meski sempat tertutup awan, karena cuaca sore hari itu hujan, menjelang masuk gerhana bulan total, bulannya terlihat. Puncaknya, pukul 20.30, bulan terlihat merah.

Enggak sia-sia deh Medi ikut beramai-ramai untuk menyaksikan fenomena yang menurut kakak-kakak Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), akan terulang kembali 150 tahun mendatang! Wah, lamanya. Mungkin nanti yang akan melihat fenomena super blue blood moon cucu kita ya, Sobat Medi.

Oh iya, kalian tahu enggak sih, alat yang digunakan untuk melihat benda-benda di langit supaya terlihat jelas? Ya, betul sekali, teleskop!

Sudah tahu, ada berapa jenis teleskop? Kak Indra Firdaus, Ketua HAAJ, memaparkan, secara umum terdapat dua jenis teleskop, yaitu reflektor dan refraktor.

Apa ya, perbedaannya? “Bedanya, di perangkatnya, juga kesesuaian kebutuhan penggunaan. Reflektor itu untuk perangkat berbasis cermin, dan lebih nyaman digunakan untuk pengamatan. Nah, kalau refraktor, basisnya lensa, jadi lebih enak kalau untuk motret,” kata Kak Indra.

Tonton gerhana berikutnya
Salah satu Sobat Medi yang ikut datang ke TIM ialah Syakira Putri Ramadhani. Ia datang bersama ayah dan bundanya dari rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. “Ini baru pertama kali lihat gerhana bulan secara langsung,” kata Syakira.

Mengamati fenomena alam seperti gerhana bulan ini penting lo, Sobat Medi. Selain untuk mengenal lebih dalam fenomena alam, juga menjadi praktik langsung dari buku-buku yang kita pelajari.

Untuk Sobat Medi yang masih ingin melihat gerhana, pada tahun ini masih ada kok, bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi gerhana bulan total akan kembali terjadi pada 28 Juli nanti. Fenomena ini bisa dilihat dari Indonesia.

Namun, selain itu, ada fenomena-fenomena langit yang tak kalah seru, tapi tak dapat dipantau dari Tanah Air, yaitu gerhana matahari sebagian pada 15 Februari, 13 Juli, dan 11 Agustus. (M-1)

Cari Tahu Yuk
Yuk kita kupas satu persatu pengertian super blue blood moon ini, Sobat Medi. Ada super moon, blue moon, dan terakhir blood moon.
1. Super moon merupakan fenomena ketika jarak bulan dengan bumi paling dekat. Jadi bulan terlihat lebih besar dan lebih terang daripada biasanya.
2. Terus, kalau blue moon, yaitu ketika dua kali bulan purnama terjadi pada bulan yang sama dalam kalender Masehi. Kok dua kali, memang yang satunya terjadi kapan?
3. Kalau Sobat Medi masih ingat, bulan purnama pertama di Januari terjadi saat malam tahun baru! Nah, blue moon kali ini terjadi karena bulan purnama terjadi lagi pada Januari.
4. Blood moon, ternyata enggak seseram namanya, darah. Blood moon ini merupakan fenomena gerhana bulan total, yang saat puncak totalnya berwarna merah seperti darah. Meski namanya bulan darah, indah banget lo, Sobat Medi!
5. Kenapa bisa berwarna merah ya? Menurut Kak Nural dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), merahnya ini disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer dari Bumi. (*/M-1)

Penulis: Fathurrozak Jek
Sumber: Media Indonesia


KAMU PILIH DIDONGENGIN MAMA APA YOUTUBE

“Siapa yang tahu suara kerbau?” Tanya kak Najwa Shihab kepada Sobat Medi. Mereka pun menyahut, “Mmoooo..” Itu kan, suara sapi, jawab Kak Najwa.

Di lantai dasar Museum Nasional, Jakarta, para Sobat Medi ini mendengarkan cerita. Kisah pertama dari Sulawesi Selatan. Tokohnya La Dana dan seekor kerbau. Alkisah, La Dana bersama temannya Sappang, datang pada Rambu Solo, upacara kematian di Toraja. Mereka juga para tamu yang datang lain mendapat bagian dari potongan kerbau.

Sobat Medi suka mendengar dongeng? Biasanya mendengarkan atau menonton cerita dongeng juga nih?

Nah, sekarang ini dongeng tidak hanya bisa dibaca di buku, tapi juga bisa dicari di Youtube. Pasti sering, kan? Tapi Sobat Medi harus tetap minta didampingi bunda atau ayah ya, kalau mencari dongeng lewat internet.

Memberi pilihan, agar dongeng seru
Kak Najwa Shihab, atau akrab disapa Kak Nana, dulu juga sering didongengi lo, Sobat Medi. “Sering diceritai kisah nabi-nabi, ada Nabi Sulaiman, juga didongengi Abu Nawas. Abu Nawas itu kan orangnya cerdas, kalau melawan penguasa yang zalim, bukan dilawan dengan kekerasan, justru dengan jenaka,” cerita Kak Nana dalam acara Dongeng Yuk, yang diselenggarakan Youtube bersama Ayo Dongeng Indonesia, Sabtu, (27/01).

Menurut Kak Nana, kalau mau jadi pendongeng, ternyata enggak boleh egois, bertindak semaunya si pendongeng. Pendongeng harus juga bertanya kepada pendengarnya, jalan cerita berikutnya mau seperti apa. Namun, tetap harus diberi tahu konsekuensi dari setiap pilihan itu. “Cara itu akan mengembangkan daya imajinasi anak-anak, dan bisa membangun cerita.”

Belajar dari cerita
Sementara itu, Kak Ario Zidni, pendiri Ayo Dongeng Indonesia, menambahkan, melalui cerita, ia bisa meneladani nilai dalam cerita. Ia pun mengenang masa kecilnya ketika mendapat cerita tentang kunang-kunang.

“Ini cerita dari Jawa Tengah dan Yogya. Jadi kalau kuku-kuku kotor itu, yang sudah dipotong, malamnya akan terbang dan berubah jadi kunang-kunang. Kunang-kunang itu baik lo, ia mau berbagi. Dengan sinarnya, ia bisa menerangi di malam hari.”

Ayo dongengi kami
Kak Ario juga berpesan nih untuk Ayah dan Bunda Sobat Medi. “Kalau mau mendongeng untuk anak, jangan cari waktu luang. Tapi harus punya komitmen, misal jam berapa mau mendongengkan untuk anak.”

Sobat Medi yang datang ke acara Dongeng Yuk ini juga sangat antusias lo. Seperti Khansa Fauzia dan Izzati Zafira, yang sudah berangkat dari Bekasi pukul 09.00 menggunakan kereta. Bersama bundanya, mereka memang terbiasa datang ke acara mendongeng.

Sang pendongeng cilik
Ada juga Olivia Karenina Syahir, yang rupanya sudah memiliki empat dongeng yang diterbitkan secara e-book. Wah, keren ya, Olivia! Menurut Bunda Olivia, tante Rezki, “Olivia memang kemampuan bahasanya menonjol, jadi sejak usia dua tahun dia sudah terbiasa dengan cerita. Olivia bercerita, saya merekam, jadilah dongeng-dongengnya. Dia sekarang sedang belajar menulis sendiri dongengnya.”

Wah, hebat ya teman kita Olivia. Kalau Sobat Medi mau membaca cerita Olivia, kalian bisa akses di Serusetiapsaat.com.

Olivia juga sering datang ke acara-acara mendongeng. Ia pun mengidolakan Kak Ario Zidni. Jadi, setiap acara mendongeng yang ada kak Ario, Olivia pasti datang. Nah, enggak sia-sia juga nih, Olivia datang pagi-pagi dari Tebet, Jakarta Timur, untuk ikut mendengar dongeng. Siapa tahu, setelah pulang, Olivia punya cerita baru untuk dongengnya ya, Sobat Medi.

Kalau kalian, berani menulis cerita dongeng sendiri? Siapa tahu Sobat Medi juga bisa seperti Olivia yang sudah punya cerita dongeng di e-book. Sekarang, Sobat Medi tidak perlu khawatir kekurangan bahan cerita. Bukan hanya dari buku, kalian juga bisa akses lewat internet. Belajar mendongeng yuk! (M-1)

Penulis: Fathurrozak Jek
Sumber: Media Indonesia


DARI HARI ANAK NASIONAL KE GERAKAN REGIONAL


Indonesia baru saja pada akhir tahun lalu menghasilkan dua legislasi penting. Pertama, Undang-Undang Perlindungan Anak. UU ini merupakan hasil kerja supercepat legislatif dan eksekutif sebagai respons terhadap situasi Indonesia terkini yang disebut Komisi Perlindungan Anak Indonesia sebagai darurat kejahatan seksual terhadap anak. Kedua, Instruksi Presiden tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Inpres ini memberikan penegasan bahwa rumah dan sekolah merupakan basis utama penciptaan lingkungan ramah anak dan nirkekerasan.

Sebagai salah satu negara terbesar di dunia, baik dari sisi bentangan geografis maupun jumlah penduduk, situasi perlindungan anak Indonesia niscaya dianggap sebagai potret nyata tentang hal yang sama di kawasan Asia bahkan dunia. Dengan dasar berpikir seperti itu, pertanyaan mendasarnya ialah apakah kegentingan dimensi keamanan anak-anak di Indonesia juga mencerminkan realitas tingginya risiko anak-anak di seantero wilayah Asia?

Tentu butuh kajian mendalam untuk menjawabnya. Namun, sebagai ilustrasi, Child Helpline International memetakan situasi kekerasan di 145 negara. Hasilnya cukup melegakan jika dibandingkan dengan belahan dunia lainnya, rerata kekerasan terhadap anak di kawasan Asia Pasifik sebesar 10%. Angka ini separoh dari rerata di Afrika, Eropa, dan Amerika. Bahkan sepertiga dari rerata di Timur Tengah.

Kabar baik tentang situasi keamanan dunia sebetulnya juga pernah disampaikan oleh Profesor Steven Pinkler lewat bukunya, The Better Angels of Our Nature: Why Violence has Declined, pada 2011 silam. Profesor Pinkler menyimpulkan bahwa anak-anak masa kini menjalani hidup yang lebih aman daripada di masa lalu.

Itu bertolak belakang dengan pemberitaan media tentang perundungan, penculikan, kekerasan fisik dan seksual, serta berbagai perlakuan salah lainnya terhadap anak. Namun, mari kita bicara tentang dunia anak-anak Asia dengan membandingkan data sesama kita, sesama negara Asia.

Meta-analisis estimasi UNICEF pada 2014, yang dimuat dalam Violence Against Children in East Asia and the Pacific - A Regional Review and Synthesis of Findings, memperlihatkan bahwa kekerasan terhadap anak tersebar di seluruh wilayah Asia.

Itu baru satu masalah. Masalah berikutnya ialah segala bentuk kekerasan terhadap anak berhubungan dengan masalah kesehatan mental dan depresi. Ambil misal, dalam persentase yang besar, perilaku menyakiti diri sendiri, pemikiran dan upaya bunuh diri dialami lebih tinggi oleh anak-anak yang mengalami kekerasan psikis.

Anak-anak korban kekerasan fisik memulai perilaku merokok pada usia belia. Semua ragam kekerasan menjadi penyebab anak menjadi pecandu minum keras dan penyalah guna zat adiktif berbahaya. Satu lagi, dan ini sangat menakutkan, anak-anak yang mengalami kekerasan seksual tumbuh dewasa menjadi predator seksual serta mengembangkan beraneka bentuk masalah dalam relasi sosial mereka.

Mirip dengan Indonesia, laporan kasus tentang anak-anak yang mengalami kekerasan di negara-negara Asia lainnya juga menunjukkan tren kenaikan yang ajek. Kita sejenak bisa membuat tafsiran positif tentang temuan UNICEF itu. Pada satu sisi, persepsi masyarakat Asia mengenai kekerasan terhadap anak tampaknya telah berubah.

Dulu masalah semacam itu dianggap sebagai kejadian domestik yang tidak semestinya diintervensi oleh pihak luar keluarga. Akibatnya, masyarakat enggan melapor kepada penegak hukum betapa pun mereka mengetahui atau bahkan anak mereka sendiri telah mengalami kejahatan keji tersebut. Namun, kini masyarakat paham bahwa korban kanak-kanak harus ditolong.

Anak-anak yang menderita kekerasan bukan lagi individu-individu yang boleh dipaksa tutup mulut. Perubahan sikap tersebut membuat masyarakat lebih terbuka, lebih responsif, sekaligus lebih percaya diri untuk selekasnya mendatangi polisi ataupun lembaga-lembaga perlindungan anak guna melaporkan masalah mereka. Kondisi psikologis masyarakat sedemikian rupa tentu akan mengakibatkan meningginya data kejahatan terhadap anak, baik yang terkumpul di kepolisian maupun lembaga-lembaga perlindungan anak. 


Satu tarikan napas dengan masyarakat, media massa pun menaruh atensi lebih mendalam terhadap peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap anak. Stamina media yang lebih tinggi terwujud dalam liputan berhari-hari dan tulisan berkolom-kolom.

Gempuran pemberitaan yang intens itu menghajar kesadaran publik, yang disusul dengan tumbuhnya kengerian sekaligus kemarahan terhadap para pelaku kekerasan serta keinsafan akan pentingnya upaya lebih masif untuk melindungi anak-anak.

Tak bisa disampingkan sama sekali ialah respons lembaga penegakan hukum, utamanya kepolisian, baik terhadap laporan masyarakat maupun informasi dari media tentang kejahatan seksual tersebut. Kentara, betapa polisi bekerja lebih keras guna mengungkap kasus-kasus kejahatan terhadap anak. Konsekuensi dari kuatnya reaksi masyarakat, media, dan polisi sebagaimana dilukiskan di atas tak lain ialah meningginya angka kejahatan seksual terhadap anak.

Naiknya laporan kasus kekerasan terhadap anak justru boleh jadi mengandung titik cerah bahwa segenap unsur masyarakat Asia kini lebih mafhum, lebih waspada, serta lebih kuat dalam memerangi kejahatan-kejahatan seksual terhadap anak. Kemampuan yang berbasis pada kemitraan antara penegak hukum dan masyarakat, tentunya, pantas diharapkan menjadi senjata sakti untuk melawan kejahatan biadab ini.

Uraian ini menjadi dasar untuk membangun simpulan yang lebih positif bahwa ketangguhan masyarakat Asia dalam menindak pelaku kejahatan seksual terhadap anak justru kini lebih hebat. Pertanyannya, dengan ketangguhan yang telah terbangun sedemikian rupa, bagaimana dengan peranti hukum terkait perlindungan anak di negara-negara lain se-Asia?


Penulis: Seto Mulyadi 
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma,Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia
Sumber: Media Indonesia

KAJI MATANG PERUBAHAN SISTEM PENDIDIKAN

Wacana perombakan porsi pendidikan bagi sekolah dasar dan menengah dianggap sebagai hal yang akan berdampak baik bagi sistem pembelajaran siswa. Namun, hal tersebut juga harus dilakukan dengan persiapan matang dan terlebih dahulu melalui kajian yang mendalam.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan jumlah mata pelajaran di SD dan SMP selama ini memang cenderung terlalu banyak. Hal itu berpotensi membebani siswa. Wacana perombakan porsi mata pelajaran menjadi salah satu yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Pemerintah, kalau memang mau melakukan perombakan, juga harus terlebih dulu mengkaji dampak dan model alternatif yang akan diterapkan nantinya,” ujar Doni.

Dikatakan Doni, alternatif yang dipilih nantinya harus membuat proses pembelajaran menjadi lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selama ini, kurikulum SD dan SMP banyak mengandung ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan tahapan pengetahuan yang seharusnya diberi seusai sekolah dasar dan menengah.

“Selain itu, kalau mata pelajaran dikurangi, juga perlu dikaji bagaimana dengan solusi para guru. Kalau ini berlaku jangka panjang, perlu dikaji kebijakan kurikulum di LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) universitas,” ungkap Doni.

Selain itu, dikatakan Doni, mengurangi jumlah mata pelajaran butuh analisis kompleksitas. Pengurangan mata pelajaran harus diimbangi dengan konsep pembentukan karakter yang jelas.

“Perubahan besar seperti ini membutuhkan persiapan dan analisis yang menyeluruh, dilakukan objektif dan terbuka,” ungkap Doni.

Perombakan besar
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Presiden Jokowi menghendaki adanya perombakan besar-besaran di bidang pendidikan. Hal itu dikemukakan Muhadjir dalam acara penganugerahan Kawastara Prawita kepada pemerintah daerah dan yayasan yang memiliki komitmen tinggi menyelenggarakan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS) di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (15/10).

Menurut Muhadjir, Presiden Jokowi mengamanatkan kepadanya untuk membangun pendidikan yang kuat dan berkarakter. Pembangunan karakter itu difokuskan pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama

“Kalau memungkinkan, nanti pelajaran di SD dan SMP akan dikurangi. Sekarang sedang dikaji,” katanya.

Sesuai platform Nawa Cita, lanjut Muhadjir, porsi pelajaran pada jenjang SD sebesar 30%, sisanya untuk pendidikan karakter. Untuk SMP, pelajaran 40% dan 60% pendidikan karakter. Pendidikan karakter tersebut, menurutnya, dalam pelaksanaannya tidak perlu diseragamkan karena yang ditekankan di sini ialah membangkitkan kearifan lokal sehingga bentuk pendidikan karakter di setiap daerah akan berbeda-beda.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mengemukakan wacana untuk mewajibkan para guru berada di sekolah selama jam kerja. Utamanya para guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta yang sudah mendapatkan tunjangan profesi.

Muhadjir menegaskan para guru tidak boleh lagi menyuruh anak-anak kembali ke sekolah setelah pulang sekolah. Itu supaya anak-anak bisa menik-mati waktu bersama keluarga mereka. “Belajar harus tuntas di sekolah. Jangan ada lagi guru yang mewajibkan les kepada muridnya.” (FR/H-2)

Penulis: Putri Rosmalia OctaviyanI
Sumber : Media Indonesia

PENDUKUNG PENDIDIKAN VOKASI

Dalam dialog yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendi, dengan atase pendidikan dan kebudayaan beberapa Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud Kedubes RI) beberapa negara, seperti India dan Malaysia, muncul bahasan penting terkait kerja sama internasional.

Kerja sama internasional itu akan terus ditingkatkan khususnya agar kualitas pendidikan vokasi semakin baik. Muhadjir mengatakan, terdapat tiga isu yang dibahas untuk memulai pelaksanaan hal itu.

Mulai rencana pemberian sertifikasi bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), peluang kerja sama magang di perusahaan internasional, dan rencana pelatihan bertaraf internasional bagi siswa vokasi.

Rencana program magang internasional dengan beberapa negara merupakan salah satunya.

"Melalui dialog dengan atase pendidikan kebudayaan dan kedutaan yang hadir upaya peningkatan kerja sama magang dikatakan akan di-follow up untuk diintenskan," ungkap Muhadjir selepas menutup rangkaian acara Wolrd Culture Forum (WCF), 2016, di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Sementara itu, peningkatan terutama akan dilakukan pada empat bidang kompetensi, yakni kelautan dan maritim, pariwisata, pertanian yang berorientasi pada ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

"Desakan kebutuhan SMK yaitu berupa penyiapan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. Kita akan benahi skema pelatihan yang akan naik jadi sebesar 30% kegiatan belajar mengajar, menggandeng lembaga magang perusahaan internasional, dan rencana sertifikasi bagi tiap pelatihan yang dilakukan tersebut," ujar Muhadjir.

Atdikbud Kedubes RI untuk New Delhi-India, Iwan Pranoto, mengatakan, arah kerja sama Indonesia-India di bidang pendidikan vokasi bukan berupa saling meniru, tetapi dengan menyediakan langkah-langkah strategis untuk siapkan tenaga terampil.

Menurutnya, kesamaan karakteristik Indonesia dengan India dalam jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi yang menguntungkan kedua negara.

Dengan India, bentuk kerja sama yang memungkinkan berupa pengiriman praktisi dari India untuk mengajari siswa Indonesia.

Rencana kerja sama juga akan dilakukan pada sertifikasi bagi siswa lulusan vokasi.

"Sertifikasi itu sangat penting sebagai pengakuan atas keahlian para siswa. Hal itu akan memberi manfaat besar bagi kita," ungkap Iwan.

Sementara itu, Atdikbud Kedutaan Besar Kuala Lumpur, Ari Purbayanto, mengungkapkan pemberian perizinan dan kerja sama sangat memengaruhi rencana kebijakan sertifikasi bagi pelajar Indonesia di Malaysia karena terdapat dua model perizinan sekolah yang berbeda bagi pendidikan anak Indonesia di Malaysia. (H-5)

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani
Media Indonesia

PEROMBAKAN BESAR PENDIDIKAN PERLU KAJIAN MENDALAM

Wwacana perombakan porsi pendidikan bagi sekolah dasar dan menengah dianggap sebagai hal yang akan berdampak baik bagi sistem pembelajaran siswa. Namun, hal itu juga harus dilakukan dengan persiapan matang dan terlebih dulu melalui kajian yang mendalam.

Pengamat Pendidikan Doni Koesoema mengatakan, jumlah mata pelajaran di SD dan SMP selama ini memang cenderung terlalu banyak. Hal tersebut berpotensi membebani siswa. Wacana perombakan porsi mata pelajaran menjadi salah satu yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

"Pemerintah kalau memang mau melakukan perombakan, juga harus terlebih dulu mengkaji dampak dan model alternatif yang akan diterapkan nantinya," ujar Doni di Jakarta, Minggu (16/10).

Dikatakan Doni, alternatif yang dipilih nantinya harus membuat proses pembelajaran menjadi lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selama ini, kurikulum SD dan SMP banyak mengandung ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan tahapan pengetahuan yang seharusnya diberi pada usia sekolah dasar dan menengah.

"Selain itu, kalau mata pelajaran dikurangi, juga perlu dikaji bagaimana dengan solusi para guru. Kalau ini berlaku jangka panjang perlu dikaji kebijakan kurikulum di LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) universitas," ungkap Doni.

Selain itu, lanjut dia, mengurangi jumlah mata pelajaran membutuhkan analisis kompleksitas. Pengurangan mata pelajaran harus diimbangi dengan konsep pembentukan karakter yang jelas.

"Perubahan besar seperti ini membutuhkan persiapan dan analisis yang menyeluruh, dilakukan objektif, dan terbuka," ungkap Doni.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan Presiden Joko Widodo menghendaki adanya perombakan besar-besaran di bidang pendidikan. Pernyataan itu dikemukakan Muhadjir dalam acara penganugerahan Kawastara Prawita kepada pemerintah daerah dan yayasan yang memiliki komitmen tinggi menyelenggarakan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS) di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (15/10).

Menurut Mendikbud, Presiden Jokowi mengamanatkan kepadanya untuk membangun pendidikan yang kuat dan berkarakter. Pembangunan karakter itu difokuskan pada jenjang SD dan SMP.

"Kalau memungkinkan nanti pelajaran di SD dan SMP akan dikurangi. Sekarang sedang dikaji," katanya.

Sesuai platform Nawacita, lanjut Muhadjir, porsi pelajaran pada jenjang SD sebesar 30%, sisanya adalah untuk pendidikan karakter. Sementara untuk SMP pelajaran 40%, dan 60% pendidikan karakter. Pendidikan karakter tersebut, menurut dia, dalam pelaksanaannya tidak perlu diseragamkan karena yang ditekankan ialah membangkitkan kearifan lokal. Sehingga bentuk pendidikan karakter di setiap daerah akan berbeda-beda.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mengemukakan wacana untuk mewajibkan para guru berada di sekolah selama jam kerja. Utamanya para guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta yang sudah mendapatkan tunjangan profesi.

Para guru juga tidak diperbolehkan menyuruh anak-anak kembali ke sekolah setelah jam pulang sekolah. Ini supaya anak-anak bisa menikmati waktu dan mendapatkan pendidikan dari keluarganya. (OL-4)

Penulis : Putri Rosmalia Octaviyani
Media Indonesia

A-I-U-E-O PADA ANAK USIA DINI


Menjadi seorang guru tidaklah semudah seperti kebanyakan orang bayangkan, Apalagi menjadi guru pada sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) butuh ketekunan dan ekstra sabar. Seseorang bisa saja menjadi guru, tetapi guru yang bagaimana? Sosok guru tentu saja bukan semata hanya bisa mengajar, tetapi bisa mendidik dengan semangat, visi dan misi yang kukuh menjadikan anak didiknya menjadi manusia yang berguna bagi orang tua, negara, nusa dan bangsa.

Dalam mendidik, seorang guru tidak semata hanya berhubungan langsung dengan anak didiknya tetapi hubungan dan jalinan komunikasi dengan orang tua murid harus dilakukan, sekalipun tidak sedikit orang tua yang sangat sensitif terhadap anaknya, misalnya hal sepele yang dilakukan oleh guru lantas orang tua tidak terima dan marah-marah.

Seperti penuturan Yenny Sikka, guru TK di Denpasar Bali saat bincang-bincang dengan penulis mengatakan; menjadi guru TK itu tidak mudah juga tidak sulit, banyak pengalaman yang dilaluinya, baik suka maupun duka, tetapi lebih banyak dukanya, Imbuh Yenny tersenyum.

Seperti apa dukanya?

Yah misalnya guru ngomong dengan nada sedikit tinggi saja kepada anak didik, orang tua yang sensitif langsung tidak terima dan marah-marah, mereka tidak melihat bagaimana perjuangan kami seorang guru TK dalam mendidik anak-anak agar bisa membaca, menulis, mengerti sopan santun dan lain sebagainya. Ujarnya

Bukan hanya itu lanjut Yenny, kita semaksimal mungkin menangani anak-anak yang nangis, yang buang air besar dan lain sebaginya, orang tua hanya terima beresnya saja. Tetapi sudah menjadi resiko tugas dan itu memang bagian dari tanggung jawab kita sebagi guru, Tandasnya

Lalu bagaimana dengan sukanya?

Memiliki anak didik yang sudah bisa membaca di usia dini merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya. Meskipun kata-kata yang mereka ucapkan masih tergolong kata-kata sederhana akan tetapi bagi anak TK, adalah hal yang luar biasa, kitapun menjadi semangat dan termotifasi menerapkan cara belajar yang mudah dicerna anak-anak.

Adakah tips atau trik khusus agar anak didik cepat memahami apa yang kita ajari?

Karakter anak-anak itu berbeda satu sama lain, dan kita harus memahami karakternya itu agar bisa menerapkan pola pengajaran yang pas. Selain itu kita harus share sama guru lain yang sudah berpengalaman atau browsing di internet untuk belajar dan menambah wawasan. Guru harus lebih kreatif seiring dengan kemajuan teknolgi saat ini karena anak-anak sekarang sudah mengenal teknologi, seperti Hp atau lainnya, Tegas Yenny.

Dibawah ini Yenny coba share Hal-hal penting yang harus dilakukan oleh guru maupun orang tua murid agar memahami cara mengajari anak-anak, utamanya anak usia dini sebagai berikut:

1. Dunia anak belum bisa benar-benar fokus dalam belajar, jadi apabila si anak sudah merasa tidak nyaman dalam belajarnya maka kita harus peka, jangan sekali sekali untuk terus memaksa anak belajar.

2.Anak tidak bisa jauh dari yang namanya bermain dan bercanda, jadi kita dituntut agar emosi terkontrol, jangan terbawa emosi jika si anak lebih banyak bercandanya.

3.Tidak butuh waktu lama dalam setiap harinya untuk belajar. Cukup 30 menit saja karena jika terlalu lama, si anak akan merasa bosan dan kemungkinan kesokan harinya si anak tidak mau belajar lagi.

4.Kenalkan anak dengan huruf A-I-U-E-O. Kelima huruf tersebut jangan dipisahkan. Ucapkan berulang ulang agar telinga anak merasa terbiasa mendengar huruf tersebut. Atau kita bisa sambil bernyanyi. A-I-U-E-O.... sambil tepuk tangan hingga menarik perhatian si anak.

5.Jika si anak sudah lancar mengahafal A-I-U-E-O, barulah dikenalkan dengan hurufnya. Tunjuk satu persatu huruf huruf tersebut secara urut. Kira kira dalam waktu satu minggu, anak sudah bisa hafal dan tahu huruf tersebut.

6.Untuk memperkenalkan huruf konsonan, maka tidak harus urut dari B dahulu, bisa memperkenalkannya dari huruf K misalnya K-M-P-S-Y, tentu saja sambil bernyanyi berulang ulang huruf tersebut agar si anak terbiasa, barulah memperkenalkan huruf-huruf yang lain.

7.Untuk melatih daya ingat anak, maka bisa mengetes si anak dengan memberi pertanyaan kepada si anak huruf huruf tertentu yang ada di kardus susunya misalnya. "Nak....kalau yang ini huruf apa ya?".....jika si anak lama mengingatnya dan masih belum tahu juga, maka kita bisa memberitahunya. "Ini huruf D.... di-ingat ingat ya.....". Minum susu kan dalam sehari bisa lebih dari sekali, artinya bisa menanyakan ulang pada saat membuatkan susu. Lakukan terus dengan kesabaran, maka hal ini pasti akan membuahkan hasil karena nak akan tahu karena terbiasa atau sering diucapkan dan dilihat.

8.Jika huruf vokal maupun konsonan sudah dihafal si anak, maka tahap selanjutnya bisa memperkenalkan dengan menyambung huruf-huruf tersebut menjadi satu kata sederhana. Tapi ingat ya cukup 4 huruf (2 konsonan 2 vokal). Agar minat si anak juga makin tinggi, dengan memancingnya menggunakan gambar. Jadi di sebelah kiri kata-kata sederhana tersebut dan di sebelah kanannya gambar dari kata sederhana tersebut kemudian anak bisa menarik garis untuk mencocokkan antara kata dengan gambar. Seru deh pokoknya.

9.Kata-kata sederhana misalanya MAMA, PAPA, PIPI, GIGI, KUKU, BIBI, DEDE, BOBO, SUSU. Sebenarnya awal anak bisa membaca hanya dengan melihat gambarnya saja. Lama kelamaan mereka akan bisa menghafal kata tersebut.

Yang ingin mengenal sosok Yenny Sikka, Silakan kunjungi profilenya di facebook>> https://www.facebook.com/yenny.sika

Sekian,semoga bermanfaat.
abunawarbima@gmail.com

BELAJAR MEMBACA DI USIA DINI, PERLUKAH?


Ada banyak pendapat mengenai pengajaran membaca di usia dini. Ada yang pro dan tentu saja ada yang kontra. Yang setuju memberikan alasan bahwa usia ini adalah masa keemasan seorang anak (sekitar 0-3 tahun, pendapat lain mengatakan 0-5 tahun), seorang anak harus distimulasi dengan berbagai stimulus agar mereka tumbuh menjadi anak cerdas. 

yang tidak setuju, berpendapat bahwa seorang anak tidak boleh dieksploitasi dengan stimulus yang terlalu “dewasa”, biarlah mereka tumbuh secara alami layaknya seorang anak. Sebab kematangan dan kecerdasan emosional lebih penting dibandingkan yang lain. karena kecerdasan kognitif yang tidak didukung kecerdasan emosional, akan sia-sia belaka.

Lalu bagaimana pendapat Anda?
Kalau saya tergantung pada anak. Semua anak pada dasarnya dilahirkan dengan bakat dan kecerdasan beragam. Setiap anak memiliki ketertarikan yang belum tentu sama dengan anak lainnya. Kalau anak Anda tertarik dengan alam misalnya, maka tidak ada salahnya kita mengajari dia tentu Sains dan semacamnya. 

Jika anak Anda tampaknya sangat antusias untuk selalu berbicara dengan orang-orang sekitarnya, mungkin lebih baik kita mengajarinya tentang seni public speaking. Maka, jika anak-anak kita tampaknya sangat tertarik untuk membolak-balik lembaran majalah, buku,ataupun koran yang ditemui, maka mengajarinya mengenali simbol-simbol penyusun kata, insya Alloh akan mennyenangkan untuknya.
Jadi tak perlu bingung… apakah sudah waktunya atau belum untuk mengajarkan membaca pada Anak-anak kita. Yang terpenting mereka memang tertarik dengan apa yang Anda berikan.

Setiap anak memiliki bakat, potensi, dan keistimewaan yang berbeda-beda. Maka, sebagai orangtua, selayaknya kalau kita memilihkan aktivitas yang sesuai dengan potensi masing-masing anak.
Membaca pun demikian, kadang sebagian orangtua ingin anak-anaknya cepat “pintar” membaca. Sehingga mereka kadang memaksakan keinginan tersebut pada sang anak meskipun anak terlihat ogah-ogahan. Hal ini, tentu sangat disayangkan, niat baik, tapi respon buruk yang didapat.

Metode Alataka

Metode yang berusaha memudahkan anak-anak yang baru belajar membaca. Belajar membaca, terasa seperti mendengarkan dongeng singkat dari sang ibu atau ayah.

Ciri khas metode ini adalah urutan hurufnya tidak mengikuti kaidah alfabet, tapi berurutan sesuai bentuk, sehingga seakan-akan hurufnya memiliki keterkaitan dengan huruf sebelum dan sesudahnya. Penyusunan huruf-hurufnya terinspirasi dari urutan huruf-huruf hijaiyah, yang tampak berurutan, sehingga memudahkan siapa saja untuk segera menghafalnya.

Metode ini disusun dalam sebuah buku, yang terdiri dari 2 buku. buku yang pertama adalah buku level 1 dan buku kedua, terdiri dari 2 level, level 2 dan level 3.

Metode ini menggunakan prinsip sederhana. setiap suku kata kita hubungkan dengan sebuah karakter yang dekat dengan kehidupan anak. selain cerita, metode ini mencoba mencocokkan bentuk huruf dengan bentuk karakter tersebut. misalnya: la, sayang, la adalah Laaa lat, kakinya kurus, dia adalah laaaaa-lat.

Sumber : Ibunyasakhi

CEGAH SAKIT DENGAN VAKSIN


Kuman dan bakteri, dua makhluk yang sangat kecil tapi berbahaya. Dikenal sebagai sumber penyakit, mereka pun bisa menularkannya lewat apa saja termasuk udara lo. Jika tubuh kalian tidak kuat, kuman dan bakteri ini akan bebas masuk ke tubuhmu untuk menularkan penyakit nih. Ih serem ya!

Lalu apa sih yang bisa kita lakukan untuk mencegah itu? Ya, pemberian vaksin. Terlepas dari vaksin palsu yang sedang heboh belakangan ini, Medi mengungkap kegunaan vaksin bagi tubuh bersama Dr Natia Anjarsari, dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, Rabu (21/7).

Sebagai pencegahan

Sobat, dari dahulu rupanya pemerintah sudah mewajibkan penggunaan vaksin bagi bayi yang baru lahir lo. Bahkan pemerintah menggratiskannya di seluruh puskesmas. Hal ini disebabkan vaksin berfungsi sebagai pencegah segala macam penyakit yang menyerang tubuh kita.

"Pemberian vaksin merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular, baik karena virus maupun bakteri dengan tujuan memberikan infeksi ringan yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respons imun," kata bu Natia.

Vaksin ialah formula yang mengandung zat antigenik yang mampu menimbulkan rangsangan sistem imun atau kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit. Karena vaksin ini berguna sebagai pencegahan, vaksin diberikan sebelum terkena penyakit, bahkan sejak baru lahir. "Vaksin ini diberikan pada saat sehat, bukan sebagai penyembuhan suatu penyakit," kata Bu Natia. Jadi ingat ya sobat, vaksin berbeda dengan obat.

Jenis

"Secara garis besar, vaksin ini dibedakan menjadi dua kelompok nih sobat, yakni vaksin hidup atau vaksin dari mikroba hidup yang dilemahkan seperti vaksin campak, MMR, varisela, polio oral, dan BCG. Ada pula vaksin mati atau vaksin mikroba yang diinaktivasi seperti vaksin influenza, rabies, hepatitis A, polio suntikan, pertussis, dan korela," jelas Bu Natia. Vaksin ini memiliki spesifikasi tertentu. Ada yang cukup dilakukan satu kali ada juga yang perlu dilakukan beberapa kali hingga harus dilakukan diulang secara berkala.

Bentuk vaksinnya pun ada injeksi atau suntikan dan per oral yang diminum seperti obat sirop dalam jumlah sedikit. Cukup banyak kan sobat? Ya, beda pencegahan sebuah penyakit, beda pula vaksinnya. Oh ya sobat, sampai sekarang belum ada alternatif lain selain vaksin loh. Jadi, jika seseorang belum pernah melakukan vaksin hingga dewasa, tubuhnya pun tidak memiliki proteksi terhadap penyakit. Ia hanya punya kekebalan diri yang diturunkan gen orangtuanya.

Reaksi vaksin

Meskipun fungsi vaksin ini untuk mencegah suatu penyakit, pemberian vaksin pun tidak menutup kemungkinan memiliki reaksi yang berisiko. Kejadian ini sering disebut dengan ikutan pascaimunisasi yakni dapat berupa reaksi lokal yang terasa nyeri di daerah suntikan, reaksi sistemik, dan demam hingga tiga hari ke depan.

Tenang sobat, dr Natia punya solusi mencegah reaksi vaksin nih. Pertama perhatikan indikasi kontra. Ingat, vaksin hidup tidak diberikan kepada anak dengan defisiensi imun atau sekumpulan aneka penyakit yang karena memiliki satu atau lebih ketidaknormalan sistem imun. Paracetamol dapat diberikan empat kali per hari untuk mengurangi gejala demam dan rasa nyeri, lalu dapat mengenal dan mampu mengatasi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa dan terakhir harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap.

Nah, sudah tahu kan sobat. Anjurkan pemberian vaksin kepada bayi dan anak-anak memang sangat penting bagi tubuh. Selain sebagai merangsang kekebalan tubuhmu, vaksin ini pun kan bekerja menghalau serangan berbagai penyakit. (Suryani Wandari Putri/M-4)

Sumber : Media Indonesia

BELAJAR JADI PETANI KOTA YUK


Tahukah Sobat Medi, pada 2050 mendatang, jumlah manusia di bumi akan mencapai 9 miliar orang? Bisa dibayangkan, akan semakin banyak manusia yang membutuhkan makanan. Padahal, lahan yang tersedia untuk menanam bahan makanan semakin sedikit. Wah gimana dong? 

Kita sering berpikir bahwa bercocok tanam ialah pekerjaan petani di desa saja. Bahan makanan seperti sayur dan buah-buahan bisa dengan mudah kita beli di pasar atau supermarket. Padahal, beberapa jenis sayur dan buah bisa lo kita tanam sendiri di rumah dengan mudah. Selain hemat, juga lebih sehat karena tidak terkena pestisida dan tidak disimpan terlalu lama setelah dipanen. Selain itu, kalau semakin banyak yang bisa menanam, kita tak perlu takut kehabisan bahan makanan, bukan?

Urban Farming Day for Kids
Praktik menanam itulah yang dilakukan siswasiswi SDK Sang Timur, SD Mardi Yuana, TKIT Az Zahra, SD Ujung Menteng 01, dan Yayasan Pa Van de Steur pada Sabtu (23/7) lalu. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan belajar bertanam yang bernama Urban Farming Day for Kids di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta Selatan. Anak-anak akan belajar bertanam di lahan kotakota seperti Jakarta!

Berani kotor

Kegiatan Urban Farming hari itu diawali dengan workshop singkat tentang teknik bertanam sederhana. Peserta diberi penjelasan tentang tahap-tahap menyemai biji dan menanam bibit di lahan. Anak-anak pun menyimak dengan serius karena setelah workshop mereka akan langsung mempraktikkannya! 

Meskipun tangan dan sepatunya kotor oleh tanah, Noveri Kahipdana, 11, salah satu peserta dari sekolah Pa Van de Steur, dengan terampil membuat lubang kecil di lahan dan menanam benih sayur selada yang telah disediakan. Ia kemudian mengubur benih itu dan menyiraminya dengan air.

Setelah mencoba sendiri menanam benih sayur selada di lahan, tiap-tiap peserta diberi pot yang terbuat dari botol plastik bekas. Mereka bisa menghias dan mewarnai pot botol itu sekreatif mungkin karena setelah itu akan diisi dengan bibit tanaman juga. Ada yang dihias menjadi pot kelinci atau pot kucing. Nah, kalau sobat Medi punya botol plastik bekas di rumah jangan langsung dibuang, ya! Ternyata sampah bisa menjadi tempat yang memberi kehidupan buat tanaman kalau kita bisa mengolahnya.

Dipraktikkan di rumah

"Lewat acara ini, kami berharap adik-adik bisa mencoba menanam sendiri di rumah yang nantinya hasilnya bisa dikonsumsi sendiri," kata Kak Ferdian Suprata, Direktur Atma Jaya Venture yang menyelenggarakan kegiatan ini bersama tim Urban Farming Cap Panah Merah.

Menanam sekarang panen kemudian

Menurut Kak Ferdian yang pernah sekolah di Belanda, warga di sana sudah mulai menanam sendiri cabai dan tomat di apartemen. Walaupun tidak ada lahan, mereka menanam dalam pot-pot yang di letakkan di halaman balkon apartemen. Selain untuk konsumsi keluarga, hasil panen bahkan bisa dijual ke penghuni apartemen lainnya lo. 


Begitu pun dengan para peserta. Bibit tanaman yang telah ditanam dalam pot hias bisa mereka bawa pulang untuk dirawat di rumah hingga nantinya dipanen. Merawat tanaman tentu saja butuh kesabaran karena hasilnya tidak muncul dalam semalam! Tanaman harus disiram setiap hari dan mendapat cukup cahaya matahari, sedangkan bibit tanaman yang ditanam peserta di lahan akan dirawat langsung oleh kakakkakak dari Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya Jakarta.

"Urban Farming for Kids ialah acara berkelanjutan sehingga rencananya, dua sampai tiga bulan lagi peserta bisa kembali melihat hasil tanaman mereka di sini. Mudah-mudahan lebih banyak lagi adik-adik yang mau ikutan belajar bertanam," kata Kak Ferdian saat berbincang dengan Medi di akhir acara. Nah, sobat Medi, ternyata menguntungkan juga ya bertanam sendiri. Yuk, cobain belajar menanam di rumah dari sekarang! (M-1)

Penulis :Grace Olivia Sihombing
Jurnalistik Universitas Padjadjaran

Sumber : Media Indonesia

BELAJAR RENDAH HATI DARI JERAPAH


Minggu pagi itu menjadi hari yang cerah dan asyik buat para Sobat Medi di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Ya, acara Ayo Dongeng Indonesia kembali diadakan di sana. Gerakan itu mengajak para anak untuk kembali mendengar dan menyukai dongeng.

Taman di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta, Minggu (2/10), itu diramaikan para Sobat Medi yang berkumpul di depan stan Ayo Dongeng Indonesia. Ada pula ayah ibu serta para pecinta dongeng yang hadir di sana. Banyak pula pengunjung taman yang tadinya tengah berjalan-jalan menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dan bergabung.

Acara ini memang bisa kita ikuti tanpa dipungut biaya apa pun. Ayo Dongeng Indonesia memang digerakkan para volunter yang menjadi pendongeng.

Kerennya lagi, anak-anak tidak hanya diajak untuk mendengarkan, tetapi juga bermain dan bernyanyi. Tidak hanya melalui suara, mereka pun dimanjakan secara visual dengan atraksi boneka tangan.

Dongeng kejutan

Kegiatan ini merupakan dongeng kejutan, yang rutin dilaksanakan sebulan sekali di taman dan rumah sakit. Konsep yang terbilang unik itu memang memberikan kejutan untuk para anak. Waktu dilaksanakannya baru akan diberi tahu seminggu sebelumnya, dan lokasi dongeng diberi tahu tiga hari sebelum acara. Namun, jam kegiatannya selalu sama, yaitu pagi hari. "Jadi, jangan cuma suka jalan-jalan ke mal, di tempat terbuka kita bisa bebas bermain, berinteraksi dan tentunya mendengarkan dongeng!" ujar Ariyo Zidni, Ketua Komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

Mengapa jerapah tak bersuara

Nah, Sobat Medi pasti enggak sabar kan mengetahui apa sih dongeng yang dibawakan! Simak ya!

Sebenarnya jerapah dulunya memiliki suara yang sangat keras dan lantang lo, tetapi sesuatu terjadi. Penasaran?

Dahulu kala di sebuah hutan, para hewan hidup bersama dengan tenang. Terdapatlah di hutan tersebut jerapah, hewan yang sombong karena memiliki suara paling besar.

Lalu jerapah berkata, "Akulah hewan yang memiliki suara paling besar." Mendengar ucapan jerapah tersebut, monyet, salah satu penghuni hutan menimpali, "Hei jerapah suara kamu memang besar tapi kamu masih kalah dengan gajah yang bijaksana."

Mendengar ucapan si Monyet, gajah berkata, "Sudah monyet jangan ditanggapi, lebih baik kita minum es jeruk bersama hewan hutan lainnya."Merasa memiliki kelebihan melampaui hewan lainnya, jerapah tidak ingin bergabung dengan mereka untuk meminum es jeruk dan memilih minum sendiri. "Ah mereka tidak selevel denganku. Lebih baik aku minum sendiri saja!" kata si Jerapah.

Kesepian, duh sedihnya

Akan tetapi, lama kelamaan, sang jerapah merasa kesepian. Lalu tanpa sengaja dia melihat getah yang turun dari pohon. Karena merasa haus, sang jerapah pun meminum getah itu.

Karena rasanya yang enak, sang jerapah tidak sanggup untuk berhenti meminum getah yang keluar dari pohon tersebut. Namun, tak lama kemudian, suara lantang yang dimiliki sang jerapah pun hilang.

"Tolong! suara ku hilang" teriak jerapah.

Mendengar teriakan tersebut, gajah pun segera berlari menghampiri jerapah. Ternyata, getah yang diminum jerapah mengandung lem yang dapat menghilangkan suara.

Melihat jerapah bersedih, gajah pun berkata, "Sudah jerapah, jangan sedih. Walaupun kamu tidak bersuara keras kamu tetap temanku kok." Sang jerapah pun merasa malu karena sejak awal dia telah menyombongkan suara besarnya sejak awal.

"Aduh aku jadi malu, padahal tadi aku sudah sombong sama kamu tapi kamu masih mau berteman denganku."Nah begitulah ceritanya. Setelah membaca cerita ini, sebaiknya kita tidak boleh sombong terhadap teman dan sesama ya!" (Patrick Vicenzo, Universitas Bina Nusantara/M-1)

Sumber : Media Indonesia

BUKU REPCIL UNTUK ANAK INDONESIA


Masih pagi, tapi Sabtu (27/8) itu, para reporter cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia sudah berada di Kantor Media Indonesia. Kali ini mereka datang bukan untuk liputan atau mewawancarai para menteri seperti beberapa bulan belakangan ini. Mereka diundang untuk menghadiri peluncuran buku.

Ya, buku berjudul Pemimpin Masa Depan ini sudah jadi dan resmi dirilis Media Indonesia, sobat. Asyiiik! Penyerahan buku itu secara simbolis diserahkan kepada repcil Omar Parikesit Rawidigdo dari Global Jaya School dan Keyla Arista dari SD Highscoope Jakarta dari Pak Usman Kansong, Pimpinan Redaksi Media Indonesia.

“Program dengan tujuan baik ini menjadi wahana pengayaan pendidikan formal. Tidak setiap anak punya kesempatan untuk mendapat berbagai pengalaman berharga seperti kalian,” kata Pak Usman dalam sambutannya.

Pak Usman kemudian bercerita pengalamannya menjadi seorang reporter dan mengucapkan terima kasih kepada orangtua dan guru yang telah mendukung kegiatan ini.

Pasalnya, tak jarang para repcil izin sekolah untuk melakukan wawancara atau meliput kegiatan para pemimpin bangsa ini, presiden hingga para menterinya.

“Kami dari pihak sekolah selalu mendukung semua kegiatan murid baik itu jurnalistik atau olahraga,” kata Pak Rizka Endrayatna, guru Global Jaya School.

Hal senada pun diungkapkan Pak Sumadi, guru SD Cordova, yang salah satu muridnya menjadi Reporter Cilik Terbaik 2014, “Kami selalu mendukung, terima kasih telah mengembangkan bakat anak-anak Indonesia,” kata Pak Sumadi.

Semua teks dalam buku ini ditulis para repcil lo sobat Medi. Ya, sebelumnya, pada September 2015 lalu, para repcil ini dilatih selama tiga hari oleh tim Media Anak Media Indonesia. Keterampilan yang diperoleh kemudian mereka aplikasikan di lapangan.
Kisah masa kecil, perjalanan karier, hingga perjuangan para pemimpin ini digali para repcil dalam wawancara.

Bermanfaat bagi teman-teman

Kini perjuangan para repcil ini berbuah manis. Mereka menjadi angkatan repcil pertama yang menghasilkan buku setelah hanya berbentuk tulisan yang ditampilkan di koran. Buku ini diharapkan memberikan inspirasi kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak untuk mengenal dunia jurnalistik.

Rencananya, selain dibagikan kepada seluruh repcil, buku ini pun akan didistribusikan kepada sejumlah sekolah hingga ke pelosok Indonesia.

“Banyak teman-teman kita yang susah mendapatkan akses buku. Dengan ini, kami mencoba membagikan pada anak-anak Indonesia,” kata M Oemar Sidiq, Asisten Kepala Divisi Sirkulasi dan Distribusi Media Indonesia.

Repcil dan orangtua yang saat itu hadir pun menyampaikan dukungan positif.

“Senang sekali buku yang kita tulis ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang lain di seluruh Indonesia,” kata Repcil Michelle, kelas 6 Homeschooling Primagama.

Hingga saat ini buku telah disebarkan ke Medan, Balik Papan, dan Sorong dengan memprioritaskan sekolah dengan fasilitas yang masih minim. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk anak-anak Indonesia ya! (Suryani Wandari/M-1)

Sumber : Media Indonesia

BUAT BATIKMU SENDIRI


Puluhan anak terlihat mondar-mandir. Mereka sibuk mencari permainan yang seru. Perosotan, lego, main balapan mobil, hingga bermain aneka alat musik pun mereka coba satu per satu.

Ya, mereka bebas
menggunakan apa pun sesukanya di Smart Kids Asia Indonesia Edition 2016 selama 3 hari, yaitu pada 22-24 Januari 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Oleh penyelenggaranya, acara itu disebut sebagai pameran anak-anak terbesar se-Asia lo! "Pameran ini terbesar di ASEAN, bahkan Asia, khusus di bidang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar," kata Bu Monalisa Eka Shinta, Partnership Manager PT Sarana Pameran Handal.



Smart Kids Asia memang sebelumnya juga telah diselenggarakan di Singapura, Malaysia, dan Manila. Tahun ini merupakan tahun pertama digelar di Indonesia. Mau tahu apa saja kegiatannya?

Tiga tema

Pameran anak terbesar ini merupakan gabungan dari tiga tema, yakni smart edu, smart health, dan smart family. Ya, kegiatan dan booth atau stan-stan yang berderet itu masing-masing mewakili tema tersebut.

"Smart edu merupakan sarana mengenalkan beberapa program sekolah formal dan nonformal kepada anak-anak dan orangtua yang sedang memilih sekolah terbaik untuk anaknya," kata Bu Monalisa.

Tak hanya itu, produk dan teknologi pendidikan hingga mainan edukasi anak usia 3-12 tahun itu juga tersedia lo!

Begitu pun dengan area smart health yang memberikan informasi mengenai kesehatan anak, produk kesehatan, hingga aneka makanan sehat. "Anak-anak bisa mengecek kesehatan di booth khusus. Mereka dikenalkan pula dengan produk makanan dan minuman, seperti susu yang baik bagi usia mereka," kata Bu Monalisa. Sementara itu, di bagian smart family, anak-anak bisa mengetahui informasi tempat hiburan keluarga, komunitas, serta produk dan jasa yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga.

Lomba transporter robotik

Seberapa jago kamu main PS? Di sini kamu bisa bersaing dengan beberapa kawanmu dalam lomba transporter robotik lo. Cara mainnya tak beda jauh dengan bentuk digital atau PS. Bahkan, untuk mengarahkan robot pun kamu diberi joystick PS lo, tapi dalam versi nyata ya.

Sesuai dengan namanya, yakni porter yang artinya jasa membawa barang, permainan ini mengharuskan sang pemain memindahkan tiga objek ke dalam sebuah garasi di pojok papan dalam waktu 5 menit.

Tantangan pun harus dilalui pemain lo sobat. Robot yang bagian depannya berbentuk huruf U untuk menyematkan sebuah objek itu sebelumnya harus melalui dinding pembatas. Beragam teknik langsung dikerahkan beberapa anak untuk dapat memasukkan objek ke bagian depan robot hingga berada di garasi. 

Dorongan pun menjadi teknik yang harus dikuasai pemain. "Ini enggak sulit, kaya main PS aja," kata Kenza, kelas 4 SDIT Thariq, yang berhasil memasukkan ketiga objeknya ke dalam garasi. Masih berada di panggung utama, anak-anak pun bisa mengikuti kegiatan dan lomba lainnya, seperti membatik. 

"Anak-anak diajari mengenal dengan membuat batik langsung agar lebih mencintai budaya sendiri," kata Bu Ellyta Prillianti, Marketing Manager Sanaya, salah satu lembaga pelatihan batik.

Anak-anak diberi kain yang dudah diberi gambar, mereka harus menambahkan lilin pada kain itu dengan menggunakan canting. Mereka harus hati-hati lo karena lilinnya berada di atas kompor dengan api yang menyala. Ya, lilinnya panas sobat!

Tak hanya di panggung utama, di booth pun kita bisa mencoba beragam kegiatan, seperti booth ichinogami. Misalnya, dengan menggunting, melipat, dan mengelem, anak-anak bisa membuat action figure yang terbuat dari kertas. "Dengan kesabaran dan ketelatenan, motorik halus pun bisa terlatih," kata Kak Rauf Raphanus, Creative Director Ichinogami.

Hasilnya sama seperti action figure yang terbuat dari plastik dan bahan lainnya kok.

Bertemu Bima

Dengan memakai topeng dan berpakaian metalik warna merah, pahlawan lokal asal Indonesia ini beraksi di depan anak-anak. Ia memeragakan cara menyerang musuh. Ya, siapa lagi kalau bukan Satria Garuda Bima X. Tokoh Kamen Rider yang telah mendunia itu hadir lebih dekat dengan anak-anak lo.

Anak-anak sangat senang dapat berjumpa dengan tokoh idola mereka yang selalu dilihat di layar televisi. Namun, hari itu Satria Garuda Bima X menyapa puluhan anak-anak. Ia juga mengajak anak-anak untuk beraksi seperti dirinya. Tak hanya itu, ia pun mengajari anak-anak cara berubah menjadi Satria Garuda Bima X.

Semua kegiatannya seru kan sobat? Jangan sedih karena sudah kelewatan ya. Rencananya, Smart Kids Edisi kedua tahun ini akan diselanggarakan pada awal Desember 2016 nanti!

Sumber : Media Indonesia

22 JAM BERLAYAR DI KAPAL PERANG


Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya yang menggambarkan sosok Perwira TNI itu terletak Dermaga Madura, Surabaya, Jawa Timur. Tepat di sebelahnya, kapal-kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) sedang  berlabuh.

Pada Jumat (5/2),
 Kapal perang KRI Makassar (590) jenis landing platform dock atau dikenal sebagai amphibious transport dock itu siap menantang gelombang dari Surabaya hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama para wartawan, termasuk Medi (Media Anak)



Ya, hari itu kapal perang ini khusus diberangkatkan untuk mengantarkan para peserta acara Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok, pada 9 Februari. Mau tahu isi dan kegiatan apa saja yang dilakukan di dalamnya? Simak terus cerita Medi ya!

22 Jam

Kapal perlahan meninggalkan pelabuhan. Monumen Jalesveva Jayamahe pun kian menghilang dari pandangan mata. Kapal yang kami tumpangi melaju mengarungi Laut Bali.

Perjalanan dari Surabaya sampai Lombok menggunakan KRI Makassar ini membutuhkan waktu cukup lama lo! "Kita berlayar dengan 12 knot," kata Pak Elmondo, Komandan TNI Makassar.

Knot ialah satuan kecepatan yang sama dengan 1 mil laut per jam. Ukuran 1 knot sama dengan 1,852 km per jam. Itu berarti kapal berkecepatan 22,224 km per jam. "Kapal akan menempuh waktu 22 jam untuk samapai di Lombok Barat," kata Pak Elmondo.

Bukan kapal tempur

"Kapal ini merupakan kapal perang, bukan kapal tempur," kata Pak Elmondo tegas. Ya, perang dan tempur ialah dua kata yang memiliki arti berbeda lo Sobat!

Kapal perang ialah kapal yang digunakan untuk kepentingan militer atau angkatan bersenjata, sedangkan kapal tempur digunakan pemegang komando laut dan melambangkan puncak kekuatan laut suatu bangsa. "Sebagai negara damai, kapal ini belum pernah mengalami peperangan. 

Kapal ini digunakan mengangkut kendaraan persenjataan dan pasukan," kata Pak Elmondo. Senjata yang dimiliki Kapal perang ini ialah meriam 20 milimeter yang dipakai hanya untuk mempertahankan diri. Dengan tinggi 33 meter, panjang 122 meter, dan lebar 22 meter, KRI Makassar 590 mampu menampung 500 pasukan, 22 tank, dan 15 truk dengan bobot mati 10.900 ton. Wah muat banyak kan sobat?

Kapal ini pun difungsikan untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam hingga menjadi kapal rumah sakit. "Sejauh ini kapal sering digunakan untuk kegiatan pramuka, bantuan kesehatan, dan beragam pelatihan," kata Pak Elmondo.

Menampung helikopter

Selain kapasitas yang telah Medi jelaskan tadi, kapal besar ini pun dapat menampung tiga helikopter di geladak heli lo sobat. Geladak atau lantai pada kapal ini berada di bagian belakang kapal berlantai tanpa atap.

Ya, TNI-AL pun tak hanya dapat mengemudikan kendaraan laut, mereka pun dapat mengemudikan pesawat udara! Bahkan, menurut Pak Elmondo, kelebihan mereka bisa menerbangkan dan mendaratkan helikopter di benda yang bergerak seperti kapal. "Di pusat penerbangan angkatan laut, mereka diajari menerbangkan helikopter saat kapal sedang melaju. Kapal ini bertugas untuk operasi militer di atas laut hingga memanggil bantuan atau bahkan penyelamatan," kata Pak Elmondo.

Sandi

"Ruangan-ruangan, Sersan Bayu, ambon-ambon," kode atau sandi suara itu terdengar keras di seluruh ruangan kapal.

Biasanya kode itu ditujukan sebagai perintah kepada sesorang untuk bertugas atau mengumumkan sesuatu. Pak Elmondo mengatakan arti kode itu harus dimengerti seluruh pasukan.

"Ruangan-ruangan itu berarti ruangan, ambon-ambon berarti jabatan, dalam hal ini komandan," kata Pak Elmondo. Jadi, perkataan yang nyaring di speaker itu berarti Sersan Bayu diharap menghadap komandan di ruangan.

Kapal ini memiliki delapan lantai dan sangat luas. Karena itu, akan sulit sekali bagi pasukan untuk berkomunikasi dengan pasukan lain. Karena di laut atau samudra susah sekali mendapatkan sinyal pada ponsel, kode itu sangat penting dan berguna kan Sobat!

"Ruangan-ruangan, jangkar diturunkan jangkar diturunkan," kata pengeras suara.

Ya, selama hampir satu hari penuh Medi berada di kapal, tak terasa sudah harus turun lagi sobat. Komandan sudah menginstruksikan penurunan kapal agar kapal dapat berhenti.

Seru ya berada di Kapal Perang TNI-AL selama satu hari. Medi bukan hanya bisa mengetahui keadaan di dalamnya, melainkan juga memahami kegiatan para pasukan yang mengoperasikannya!

Sumber : Media Indonesia

HABIS KEMO, ANAK RUMAH ANYO TETAP TERSENYUM


Kue ulang tahun cantik itu dipajang di atas meja. Anak-anak pun mulai berkumpul dan salah satu orangtua dari mereka mulai menyalakan lilin. Seorang anak laki-laki muncul dari dalam kamar dan anak-anak yang lain mulai menyanyikan lagu ulang tahun.



"Sekarang aku umur 12 tahun!" Kata Furkon, anak yang menderita penyakit kanker saraf itu. Furkon sudah tinggal di Rumah Anyo selama lebih dari satu tahun. Walaupun penyakitnya terbilang serius, Furkon menikmati tinggal bersama dengan teman-temannya di sana. Mau tahu kehidupan mereka seperti apa? Yuk cari tahu!


Rumah Anyo ialah tempat tinggal untuk pasien kanker anak dan penyakit jantung yang membutuhkan tempat menginap selama mereka berobat. Rumah itu dikelola Yayasan Anyo Indonesia yang juga berjuang untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker anak.

Di sini anak-anak dan orangtua mereka tinggal bersama. "Rumah ini bisa menampung 24 orang," kata Ester, pengelola Rumah Anyo.

"Sampai sekarang panti ini sudah menampung total 175 orang." Syarat utama menjadi penghuni Rumah Anyo ialah berasal dari daerah. "Aku dari Serang," kata Furkon, "Bedanya di sini sama di Serang, di sana banyak debu!" kata Furkon lagi.

Kehidupan anak-anak Rumah Anyo tidak jauh berbeda dengan kita-kita lo Sobat Medi, tetap senang bermain. Mereka pergi ke rumah sakit, minum obat, dan menjalani aneka terapi, tapi tetap suka bercanda dengan teman-temannya. Namun, karena sibuk pergi ke rumah sakit, mereka tidak sekolah. "Mereka terlalu sibuk dengan pengobatan. Jadinya enggak sempat sekolah," ujar Sutiyati, ibu salah satu anak Rumah Anyo.

Salah satu perawatan utama untuk anak kanker ialah kemoterapi untuk mencegah sel kanker tidak tumbuh kembali. Anak-anak di Rumah Anyo menjalaninya di Rumah Sakit Kanker Dharmais atau Rumah Sakit Harapan Kita. Kedua rumah sakit itu tak jauh dari Rumah Anyo.

"Kalau trombositku turun, aku harus kemo," sahut Fariz, penderita kanker darah. "Aku diinfus pas kemo. Rasanya geli, kayak digelitikin!" lanjut Fariz.

Sehabis terapi, mereka kerap meluangkan waktu bertemu teman-teman yang juga tengah menjalani perawatan di rumah sakit. "Kami suka keliling-keliling, juga main-main di kamar" ujar Furkon. Sementara itu, Fariz memilih tidur. "Terus habis tidur langsung main, hehe."Kamu pasti penasaran dong. Kalau mereka tidak sekolah, belajarnya bagaimana? Medi menanyakannya pada anak-anak itu.

"Kakak-kakak dari luar suka datang ngajarin kita," sahut Fariz. Kakak-kakak yang dimaksud Fariz ialah relawan. Relawan itu berasal dari berbagai organisasi, termasuk anak-anak sekolah seperti kamu.

Kanker memang penyakit yang serius, apalagi jika menimpa anak-anak. Pada anak-anak, kanker tidak bisa dicegah. Walaupun demikian, anak-anak dan orangtua di Rumah Anyo tetap kuat lo menghadapi cobaan ini.

Ibu Suroha, ibunda dari Furkon, harus pindah jauh-jauh dari Serang untuk berobat di Jakarta. "Saya sudah bolak-balik dari Serang ke Jakarta untuk minta dirawat, tapi rumah sakitnya tidak pernah menjawab. Kondisi Furkon semakin parah dan saya tidak tahu harus bagimana. Lalu dokter dari Serang bawa saya dan Furkon ke Jakarta lagi dan menempatkan kami di Rumah Anyo." Setelah berobat selama 1,5 tahun, kondisi Furkon semakin membaik. "Dokter bilang teknologi di Jakarta lebih maju. Dokternya juga banyak. Jadi, pengobatan kankernya bisa rutin," kata Suroha.

Menjaga anak-anak kanker butuh kesabaran. Anak-anak yang kanker mempunyai daya tahan tubuh rendah. Jadi, kondisi kesehatan mereka sangat rentan. "Kalau mereka capek atau sedih, mereka bisa langsung drop," kata Suroha.

Ibu Suroha mencontohkan Furkon pernah demam tinggi karena ada masalah di kampung. Hal seperti itu juga dialami Al Qoimah, ibu Haikal.

"Haikal masih satu tahun, tapi sudah dapat kanker ginjal. Kalau habis kemo dia bisa rewel, kena panas, dan mual-mual." Namun, kerja keras dan kasih sayang ibu selalu terbayar. Buktinya, Haikal dan Furkon kini bertahan dan bahkan Medi lihat asyik bermain di Rumah Anyo.

Walau kini tengah menjalani berbagai pengobatan, mereka juga punya minat dan mimpi setinggi langit seperti kita.

"Aku ingin jadi ustaz kayak di TV," sahut Furkon. "Aku mau ngajarin anak-anak baca Alquran. Sama nanti kalau mama sudah enggak ada, aku mau ziarahin dia setiap hari," lanjutnya. Sehat dan semangat terus ya anak-anak Rumah Anyo!

Sumber : Media Indonesia

SATU HARI PERJALANAN KORAN


Satu mesin percetakan berukuran besar dengan bunyi cukup nyaring itu mulai bekerja malam hari di lantai dasar kantor Media Indonesia, Kamis (21/1).

Mesin-mesin itu mulai mengeluarkan koran yang telah terlipat rapi. Terlihat sebuah logo H di halaman depannya sudah berubah dari 45 menjadi angka 46. Kalian tahu artinya? Ya, kini Media Indonesia masuk ke tahun 46 sejak 19 Januari. 

Selamat ulang tahun ya! Sejak 46 tahun lalu, Media Indonesia selalu berusaha menjadi koran yang tepercaya dengan beragam pencapaian. “Media Indonesia tentunya terus melakukan pe ngembangan, kami terus berupaya mencetak oplah yang banyak,“ kata Pak Usman Kansong, Direktur Pemberitaan Media Indonesia.

Hal itu tentunya tak lepas dari usaha peningkatan minat baca masyarakat Indonesia. “Baca itu sangat penting, baik koran, majalah, novel, hingga komik sekalipun karena penge tahuanmu akan bertambah saat membaca,“ lanjut Pak Usman.

Ya, seperti pepatah bilang, buku itu jendela dunia, maka kita penting untuk menambah pengetahuan dan peristiwa terkini di Indonesia maupun dunia.

Lalu, tahukah kamu bagaimana proses pembuatan koran dari mencari berita hingga terbit pada kertas berukuran besar ini? Yuk cari tahu bareng Media Anak. 

Cari berita 

Proses pertama ini dilakukan oleh seorang reporter atau wartawan. kalian pasti tahu kan? Mereka memang bertugas untuk mencari berita di lapangan. Dari pagi, mereka sudah bekerja mencari berita untuk disampaikan kepada masyarakat.

Dalam satu hari, para wartawan bisa meliput hingga tiga tempat lo. Biasanya mereka sudah mempunyai tugas tersendiri sesuai pembagian bidang liputan, mulai politik dan keamanan, ekonomi, hiburan, hingga halaman Media Anak tentunya.

Para reporter akan menyetorkan usulan topik dan tulisan nya kepada editor untuk dirapatkan bersama. Rapat itu akan membahas usulan tulisan hingga mengambil tulisan terbaik untuk dimuat di halaman pertama. Rapat berlangsung tiga kali sehari lo. Setelah disepakati, editor akan mengedit tulisan agar sesuai dengan arah yang akan dituju.

Fotografer 

Di lapangan, para reporter tak hanya bekerja sen dirian lo sobat. Mereka bekerja sama dengan foto grafer. Foto sangat berpengaruh dalam pengung kapan cerita. “Dari sekian banyak foto, fotografer akan mengirimkan 10 foto terbaiknya kepada redaktur foto,“ kata Pak Agus Mulyawan, Redaktur Foto.

Redaktur foto akan memilih empat foto terbaik dan melakukan pengo lahan foto seperti kontras warna atau pemotongan gambar agar menggambarkan arah tulisan.

“Sebuah foto itu mengungkapkan 1.000 kata. Jadi, dengan melihat fotonya, pembaca akan mengerti isi tulisan,“ kata Pak Agus. Redaktur foto pun akan mengawal foto-fotonya untuk sampai pada akhir prosesnya. 

Bahasa 

Selain di cek oleh redaktur, tulisan para reporter ini pun akan dicek oleh tim bahasa. Para redaktur akan menyerahkan tulisan setelah dieditnya kepada tim bahasa. Bedanya, tim bahasa ini hanya mengedit dari unsur tata bahasa seperti ejaan, pungtuasi atau tata letak tanda baca, hingga bahasa resapan dari bahasa asing yang disepakati.

Untuk mengecek benar atau tidaknya, tim bahasa ini mempunyai acuan juga lo. “Acuannya adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia,“ kata Pak Dony Tjiptonugroho, Redaktur Bahasa.

Tak hanya itu, analisis mereka pun akan berkutat pada logika dan akurasi seperti nama orang, nama tempat, dan sebagainya. Hal ini penting untuk mencocokkan maksud dari penulis berita. 

Kalimat sederhana bisa dilihat dari contoh kalimat ini. Kepergok mencuri polisi tangkap 2 pemuda. Tanpa koma, mungkin pembaca akan mengira polisi yang mencuri. “Padahal dalam arti sebenarnya polisilah yang memergoki pemuda dan langsung menangkap 2 pemuda tersebut,“ kata Pak Dony menjelaskan kepada Medi.

Litbang 

“Data itu sangat penting karena akan lebih akurat dan dipercaya,“ kata Bu Desi Yasmini, Kepala Bagian Riset. Oleh karena itu, semua tulisan para reporter ini memerlukan dukungan data.

Ya, tim Litbang akan melakukan penelitian dan riset kepada lembaga-lembaga resmi negara seperti kementerian, kepolisian, hingga berbagai lembaga.

Selain data ini disisipkan pada tulisan, data ini pun akan hadir berupa grafik. Grafik yang berupa gambar, garis, dan tulisan ini akan lebih memudahkan pembaca dan agar tidak bosan ketika membaca teks. 

“Tulisan jika dilengkapi data yang lengkap akan panjang sekali, maka kami membuatnya dalam bentuk grafik,“ kata Bu Desi.

Artistik 

Dari segi tampilan, tim Artistik lah yang banyak bekerja nih sobat. Tim artistik ini akan membantu tulisan agar enak dipandang dan dibaca. “Kita akan menonjolkan segi estetika atau keindahan dan alur baca yang tidak membingungkan pembaca,“ kata Kak Annette Natalia, Redaktur Artistik.

Ya, penentuan judul, caption gambar, hingga tulisan ini harus memudahkan para pembaca yang terbiasa dengan alur baca dari kiri ke kanan ini. “Berbeda dengan majalah, koran yang ukuran kertasnya lebih besar harus bisa menempatkan tulisan agar nyaman dibaca sesuai jarak pandang,“ kata kak Annete.

Selain itu, tim artistik ini akan memberikan dummy setiap halaman pada semua bidang. Mereka akan menentukan kolom dengan panjangnya tulisan hingga besaran kolom untuk foto dan grafis. Mereka akan selalu berkomunikasi pada semua bidang untuk menentukan hal tersebut.

Cetak koran 

Setelah proses pencarian berita, pengeditan, hingga penganturan desain selesai, waktunya untuk mencetak korannya nih sobat. Tepat pukul 23.00, semua desain halaman harus sudah masuk ke tim percetakan yang ada di lantai dasar Media Indonesia. 

Mesin-mesin besar dan tinggi mulai bekerja. Setiap halaman ini akan dipasangkan berseberangan seperti halaman 1 akan dipasangkan dengan halaman 16 KORAN yang berada di belakang koran, halaman 2 dengan 15, halaman 3 dengan 14, dan seterusnya. 

Setelah disusun, akan di cetak pada sebuah pelat dari seng berukuran 860 x 608 cm. Ada 4 pelat setiap pasangan halaman, masingmasing mewakili warna hitam, kuning, merah, dan biru.

Setelah itu, delapan pelat untuk satu lembar koran ini dimasukkan ke mesin print bernama Goss Universal. Di pinggir dan atasnya terlihat kertas panjang menggulung. Dengan cepat, keras itu telah terisi tulisan dan foto, dan muncul setelah dipotong rapi oleh mesinnya.

EEttss... tapi prosesnya justru belum selesai sobat. Sang printer atau orang yang mencetak koran ini harus terus-menerus mengontrol korannya.“Kadang warnanya tidak rata, sebelah kanan akan ngeblok warna merah, sedangkan yang kanan enggak kurang warna,“ kata Adi Mulyadi, printer. Tak hanya itu, salah satu warnanya pun kadang keluar dari gambar yang seharusnya lo.

Proses pengecekan ini pun berlangsung secara terus-menerus oleh semua printer, mereka akan mengatur tata letak dan tinggi rendahnya warna pada sebuah kontroler. “Ini harus selalu dilakukan karena kerja mesin bisa saja berubah-rubah,“ kata Surya Atmaja, Supervisor Printing.

Distribusi 

Koran yang sudah di-print ini lalu diberikan ke tim distribusi. Di sini mereka menghitung untuk membagibagikan korannya kepada pemesan dan daerah tertentu. 

Biasanya pada jam 02.00 dini hari, mereka harus mengirimkannya ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka harus berpacu dengan waktu agar pagi-pagi masyarakat Indonesia dapat membaca informasi terkini di negaranya.

Pengiriman dilakukan dengan perjalanan darat dan lewat pesawat udara untuk disebarkan ke daerahnya. 

Perjalanan satu hari menjadi koran ini perlu proses panjang dan waktu yang tidak singkat kan sobat? Tim Media Indonesia selalu bersemangat untuk memberikan informasi kepada kalian, masa kalian tidak mau untuk membacanya sedikit pun? Yuk mulai sekarang perbanyak membaca! (Suryani Wandari/M-1)

Sumber : Media Anak
MEDIAINDONESIA.COM

Klik Gambar dibawah ini untuk melihat Berita lainnya